Langsung ke konten utama

Cewek Kalem Atau Cewek gaul, Pilih mana?.


"Punya cewek kalem itu membosankan!" itulah kalimat yang dilontarkan adikku sepulang dari aktifitas di luar sana. Ntah apa yang sedang menimpa dirinya sehingga dia bisa berpikiran seperti itu. Setelah selidik punya selidik ternyata dia bosan karena selama bersama dengan pacarnya hanya melakukan kegiatan yang itu-itu saja. "Nggak ada variasi kak" itu katanya. Bener nggak sih cewek kalem itu membosankan?

Cewek kalem itu punya kelebihan. Misalnya dia pandai masak karena otomatis dia sering membantu ibunya di dapur. Dia juga terlihat feminim dan keibuan. Dia juga sederhana dan nggak neko-neko. Lebih irit di kantong jika diajak pacaran, karena lebih suka jika malmingnya di rumah aja. Lebih suka di rumah bersama keluarga dari pada harus hang-out bersama kawan-kawan. Pergaulannya juga di kalangan yang itu-itu saja. Penampilan juga biasa aja, nggak gaul-gaul banget. Biasanya keluarganya punya aturan harus sampai di rumah sebelum jam 8 malam. Dan si Bapaknya agak galak. Jadi sama orang yang baru kenal agak susah akrab. Untuk mendapatkan cewek rumahan seperti itu ya harus penuh perjuangan. Kurang tertarik juga shopping-shopping di mall nguber sale-sale termurah. Perempuan seperti ini cocok banget dijadikan istri karena dia lebih suka di rumah mengurus rumah tangga dan anak-anaknya. 

Berbeda dengan cewek kalem. Cewek gaul itu lebih komunikatif, punya jiwa sosial yang tinggi. Pandai bergaul dan supel. Ada saja ide-ide brilian yang membuat hubungannya dengan pasangan menjadi lebih berwarna. Tapi ya kebanyakan sih kurang pandai memasak karena lebih suka hang-out dengan kawan-kawan di luar. Lebih suka pacaran di luar daripada harus duduk ngobrol di teras rumah. Gampang bergaul dan  gayanya santai, pakai oblong oke, pake kaos atau kemeja juga oke. Kalau soal trend terbaru atau sale termurah hmmm... dia pasti tau. Tapi ada juga kok cowok yang lebih suka dengan cewek gaul lantaran cerewet dan aktif. "Biar ada gregetnya" katanya.

Tapi yang namanya manusia itu tidak ada yang sempurna. Ada kelebihan tentu juga ada kekurangannya. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. 

Sebagai laki-laki tentu punya kriteria sendiri-sendiri untuk memilih pasangan. Bagi saya mau cewek kalem atau gaul sekalipun. Kalau pembawaanya tidak berlebihan ya wajar saja. Terlalu kalem sehingga kurang bergaul dan kurang punya wawasan jadi nggak bagus juga untuk perkembangan mental dan jalan pikiran. Cewek gaul yang over juga parah karena bisa merusak pikiran dan mengikis kantong juga. 

Mau pilih cewek gaul atau kalem, ya terserah saja yang penting bisa menghargai pasangan dan tahu cara bersikap yang baik dengan pasangannya.

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.