Langsung ke konten utama

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

konsultasisyariah.com
Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.


Dulu di jaman Nabi, ada seorang suami yang pergi berperang dan berpesan pada istrinya untuk tidak meninggalkan rumah sampai ia kembali berperang apapun alasannya. Kemudian datanglah seorang lelaki yang mengabarkan bahwa ayah dari si istri ini sakit. Karena istri ini patuh pada suaminya, istri ini tidak bisa meninggalkan rumah karena tak ingin melanggar perintah suaminya. Kali kedua, lelaki tadi datang lagi mengabarkan ayahnya sakit keras. Si istri tetap tidak bisa menemui ayahnya karena taat pada perintah suaminya. Kali ketiga saat lelaki datang mengabarkan ayahnya telah meninggal si istri tetap tidak bisa datang ke rumah orangtuanya sekedar untuk melihat ayahnya untuk terakhir kali. Dengan agak kesal lelaki tadi kembali ke rumah ayah si istri. Saat Nabi kembali dari perang, lelaki tadi bertanya pada Nabi tentang perlakuan si istri yang tak mau menjenguk ayahnya yang sakit sampai meninggal. Mendengar cerita lelaki itu, Nabi berkata "Dengan ketaatan anaknya pada suaminya itu maka dia telah menempatkan ayahnya di surga" Kemudian dipanggillah suami dari istri tadi dan Nabi bertanya "Betulkah kamu begini dan begini?" Si suami membenarkan. Lalu Nabi berkata "Janganlah kau pisahkan istrimu dari orangtuanya karena istrimu tidak lahir dari belahan batu"   Begitu isi ceramah Mamah Dedeh beberapa waktu yang lalu di salah satu stasiun tv swasta.

Benar jika istri harus patuh pada suami, namun tidaklah benar jika suami melarang atau memutuskan silaturahmi istri dengan orangtuanya. Namun banyak kita melihat para suami yang melarang dan membatasi istrinya untuk bertemu dengan orangtuanya. Alasannya "Kamu sudah kunikahi maka kamu sudah menjadi tanggungjawabku sepenuhnya karena ayahmu sudah menyerahkanmu padaku melalui ijab qabul. Kalau orangtuamu keberatan kamu saya bawa ya nggak usah menikah denganku dan biar saja kamu jadi perawan tua dan selamanya bisa mengurus orangtuamu."

Istri yang baik adalah istri yang patuh dan taat pada suaminya dan suami yang baik adalah suami yang membiarkan istrinya untuk berbakti pada orangtuanya. Bukankah senang punya istri yang solehah dan bisa mengurus serta  memuliakan orangtuanya yang sudah tua?

Namun ada suami yang merasa punya hak penuh terhadap istri sehingga keberatan jika istri masih menjalin silaturahmi pada keluarga atau orangtuanya. Yang dia tahu hanya pengabdian istri pada dirinya nya dan orangtuanya saja (mertua istri). Merasa sebagai pemimpin dan istri harus patuh dan taat apapun perintahnya. Begitu menikah langsung merasa bahwa orangtua istri tidak punya hak apa-apa terhadap istrinya. Langsung memboyong dan membawa istri tanpa basa-basi pada orangtuanya sehingga terkesan suami menjadi tak menghargai orangtua dari istrinya. Hei, ingatlah tanpa orangtua yang kau anggap tak berguna itu istrimu takkan lahir ke dunia. Begitukah caramu menghargai mertuamu?

Di depan rumah, saya melihat ada seorang perempuan paruh baya yang baru beberapa hari ini datang dari kampung. Dan menginap di rumah tetangga saya. Awalnya saya tidak terlalu mempedulikan siapa perempuan itu. Namun gelagat dan bahasa tubuh yang ditunjukkan perempuan itu membuat saya penasaran dan bertanya. Perempuan itu sering berdiri di tengah jalan sambil memandang jauh ke depan seperti sedang menunggu seseorang. Kadang dia berjalan terus tak tentu arah seperti sedang mencari seseorang. Pandangannya kosong, tak fokus bila diajak bicara.

Setelah saya bertanya pada keluarganya, ternyata perempuan itu mengalami goncangan jiwa/gila karena tidak pernah bertemu dengan anak perempuannya sejak mulai menikah sampai bertahun-tahun lamanya. Mereka sudah mencari kemana-mana tapi tidak tahu dimana anaknya itu sekarang berada. Perempuan itu sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa di daerah saya. Pengakuan dari keluarga, ibu itu sudah mengalami banyak kemajuan semenjak berobat, biasanya dulu sering bicara sendiri menyebut-nyebut nama anaknya. Saya menitikkan air mata saat melihat ibu itu hilir mudik di tengah jalan seperti sedang menunggu seseorang tapi tak kunjung datang. Keluarga juga sering mengajak dan membujuk masuk ke rumah karena sepanjang hari ibu itu hanya berdiri di tengah jalan. Ibu itu tetap kekeh tak mau masuk ke rumah. Dia menunjuk-menunjuk seolah memberi isyarat bahwa anaknya sebentar lagi pulang. Kasihan sekali... Tak tega rasanya saya memandang wajah perempuan yang tampak lelah dan sayu itu. Saya terharu karena saya juga pernah mengalami hidup terpisah jauh dengan anak. Saya tahu bagaimana rasa rindu yang ibu itu rasakan karena sangat merindukan anaknya.

Buat para suami, Jika kalian sudah menikahi seorang perempuan, jangan pisahkan dia dari orangtuanya. Tak tahukah kalian besarnya rasa rindu yang ditanggung orangtuanya? Besarnya harapan orangtuanya untuk melihat, bertemu, memeluk dan berbagi cerita dengan anak yang selama ini disayanginya? Istrimu memang milikmu tapi istrimu juga punya orangtua. Tanpa orangtuanya istrimu takkan pernah lahir ke dunia. Biarkanlah istrimu tetap menjalin silaturahmi dengan orangtuanya. Biarkan istrimu mengunjungi orangtuanya. Biarkan istrimu merawat dan mengurus orangtuanya. Bukankah mertuamu juga orangtuamu? Memuliakan mertuamu sama dengan memuliakan orangtuamu. Ada mantan istri ada mantan suami tapi tak ada yang namanya mantan anak.

Mudah-mudahan kita semua terhindar dari perbuatan zolim.


puji saputri

 

Komentar

  1. Salah tidak klw kita lebih mengurus orang tua yg sakit dr pada suami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah karena bertentangan hadist nabi solallahu a laihi wa sallaam

      Hapus
    2. Maaf menurut annawawi yg berkesinambungan dg Hanafi dan Maliki kita wajib durhaka pada suami apabila ia melarang kita untuk merawat orangtuanya kita. Cerita di Indonesia biasa menganut attobaroni dari imam syafii. Bahwasannya hadist tersebut tidak sahih. Coba baca lebih banyak dan caritahu lebih banyak agar kita tidak terjerumus dalam hadist yg tidak sahih. Percayalah hanya pada Al-Qur'an. Insyaallah

      Hapus
  2. Salah tidak klw kita lebih mengurus orang tua yg sakit dr pada suami

    BalasHapus
    Balasan
    1. mngurus ortu baik, tp mndapat ijin dr suami itu lbh baik

      Hapus
  3. apakah saya sebagi istri salah kalau mau mudik ketempat orang tua saya yg dikabarkan sakit, akan tetapi suami saya selalu mengulur waktu izin kan saya pulang sampai 7-8 bulan,, dan sampai waktunya beralasan ga ada ongkos,saya jg sadar kalau ekonomi kami memang lg susah,tapi kalau hanya untuk ongkos saya mudik ketempat ibu saya masih cukup bahkan lebih dari cukup,tetapi suami saya setiap kali saya minta izin dia selalu jawab nantilah, dan selalu alihkan pembicaraan, saya harus gimana,????😭😭😭😭😭😭habis air mata saya teringat kondisi ibu saya yg lg sakit.

    BalasHapus
  4. apakah saya sebagi istri salah kalau mau mudik ketempat orang tua saya yg dikabarkan sakit, akan tetapi suami saya selalu mengulur waktu izin kan saya pulang sampai 7-8 bulan,, dan sampai waktunya beralasan ga ada ongkos,saya jg sadar kalau ekonomi kami memang lg susah,tapi kalau hanya untuk ongkos saya mudik ketempat ibu saya masih cukup bahkan lebih dari cukup,tetapi suami saya setiap kali saya minta izin dia selalu jawab nantilah, dan selalu alihkan pembicaraan, saya harus gimana,????😭😭😭😭😭😭habis air mata saya teringat kondisi ibu saya yg lg sakit.

    BalasHapus
  5. apakah saya sebagi istri salah kalau mau mudik ketempat orang tua saya yg dikabarkan sakit, akan tetapi suami saya selalu mengulur waktu izin kan saya pulang sampai 7-8 bulan,, dan sampai waktunya beralasan ga ada ongkos,saya jg sadar kalau ekonomi kami memang lg susah,tapi kalau hanya untuk ongkos saya mudik ketempat ibu saya masih cukup bahkan lebih dari cukup,tetapi suami saya setiap kali saya minta izin dia selalu jawab nantilah, dan selalu alihkan pembicaraan, saya harus gimana,????😭😭😭😭😭😭habis air mata saya teringat kondisi ibu saya yg lg sakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg sabar ya mbk... mendapat ijin suami itu lbh penting, carilah waktu yg baik utk bicara agar diberi ijin utk mngurus ibu yg sakit. jika suami jg msh tdk memberi ijin, bisa jd suami blm paham dg baik bgm mmperlakukan ibu mertua. selain itu bantu ibu anda dg doa smoga diberikan kesembuhan. mkasi sdh berkunjung, maaf lama mmbalasnya.

      Hapus
  6. punya suami hidup terkekang ...hubungan dengan ibu ku gk boleh tlpon pun gk boleh selalu buat alasan agar tidak ada pihak ketiga yg bikin rumah tangga rusak....bhkan dgn adik" ku aku di larang bersilaturohmi...aku gereget....suami sok menang sendiri cuma pengenya aku selalu bakti sama orang tuanya...aku manjain pinakan aku pun gk boleh cuma boleh klau aku manjain ponakan dari dia...apa yg harus aku lakukan klw sdh begini....saat ibu minta bantuan uang boro" mau ngasi bhkan uang hasil aku kerja ku kirim kesuami harapan dia mau bantu kasi ke ibu aku tapi dia gk mau dgn balik kata adik" mu kan juga pada kerja bisa kasi ibu mu....sedangkan uang yg dari aku dia sukanya ngasi ke ibu dia...bhkan secara gamblang di depan aku dia hina adik" ku dan ibu aku....jujur aku gk terima cuma bisa menahan kesal dan terdiam....hingga saya coba berontak secara diam" klw saya selalu kirim uang buat ibu saya tanpa dia tau....alkhamdulillah uang yg aku kirim itu gaji aku sendiri tidak ada campuran seperak pun dari uang suami.....di sini pertanyaanya apakah saya berdosa bila kasi uang ibu saya dari hasil kerja saya tanpa ada campuran seperak pun dari harta suami saya....terimakasi jawabanya saya berharap cpat di balas

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak dosa mbak, itu baik, mmg ridho suamilah yg hrs diutamakan drpd ortu. sabar dan tabah lah mnjalaninya, ketika istri sabar dan taat pd suami, dsitulah kita mngirimkan syurga pd ortu kita. yg pnting jlni dg sbgm mestinya.

      Hapus
  7. saya ingin ke rumah orang tua sayang untk bbrapa hri..suami mngizin kn saya pulang .. tapi saya takut tdk di izinin mertua,, kbetulan sya tinggal brsma mertua,, saya hrs gimana

    BalasHapus
    Balasan
    1. minta suami mngantarkan ke rumah ibu nya mbk....

      Hapus
  8. Saya seorang suami tinggal di Solo dan istri orang Jakarta tetapi istri dan anak2 tidak mau pindah di solo karena orang tuanya melarang dgn alasan orang tua nanti sendirian,Kebutuhan Anak istri sy penuhi semua tiap bulan gaji sy transfer...sy pun membolehkan kalo mertua diajak tinggal di solo.tetapi mertua tetap tidak mau..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau mertua di bawa sekalian gmn ms? ya saran sj sih...

      Hapus
  9. Kisah hidup saya sangat pelik..
    Saya tidak di perbolehkan bertemu dengan ibu saya, bahkan kata suami, kamu tidak d anggap anak jg gpp kok. Kamu itu surganya sama sya. Bukan sama ibumu lg. Ya Allah ampuni aq....
    Bahkan anak2 q pun d larang untuk bertemu mbahnya lg. Sampai2, jika anakku bertemu mbahnya, nanti akan d pukul.
    Ya Allah ampuni aku...
    Bukan maksudku ingin menjadi anak atau istri yg durhaka. Tp aq hanya bisa menangis bathin ini. Berharap ayahandaku yg sudah meninggal datang ke mimpi suamiku, dan menampar keras suamiku, agar tau, jangan sakiti istriku, jangan sakiti ibu dari istrimu...
    Ya Allah ampuni akuu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga dimudahkan segala urusannya ya mbk... jgn lupa selalu minta petunjuk dan dibukakan pintu hati. makasi...

      Hapus
  10. Sy bilang ke istri agar kalau mw ke rumah orang tua izin dulu ke suami, tapi istri sy melakukan aksi diam dan hanya menangis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tolong mengerti isi hati para istri pak, jgn hny mau dimrengerti saja, istri hny ingin di drngarkan dan diperhatikan, itu

      Hapus
  11. Sy tinggal dgn orang tua dgn mengontrak rumah krn orang tua tidak bekerja nd punya penghasil sehingga sy tulang punggung orang tua saya. Sebelum menikah sy membuat perjanjian pranikah dgn suami bahwa setelah menikah kami tetap tinggal dgn orang tua dirumah kontrakan kami. Suami sy pun setuju. Setelah setahun menikah suami ingin ajak pindah dgn mengontrak rumah, orang tua tetap dirumah kontrakan kami yg dulu. Saya menolak krn kenapa mesti kontrak rumah padahal ada rumah yg kami kontrak ada orang tua sy yg sudah tua, mereka bergantung sama saya krn orang tua nd ada yg urus kak saya yg perempuan juga sudah menikah tinggal di propinsi lain. Apakah sy dosa jika menolak suami dan memilih merawat orang tua krn suami sy pernah berjanji sebelum menikah untuk tinggal bersama orang tua sy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg sabar ya, smoga allah mmberikan hidayah dan keberkahan, aamiin...

      Hapus
  12. ya Allah... ternyata bukan aku sendiri saja yg mengalaminya... 😭

    BalasHapus
  13. Istri saya sedang hamil maasuk 9 bulan tapi dia mw pulang ke rumah orang tua nya, sekitar 45 menit ke rumah org tua nya , saya takut terjadi kenapa2 dgn kandungan nya , salahkah saya jika tidak mengizinkan nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebaiknya diantar krn keselamatan istri adl tgjwb suami.

      Hapus
  14. Saya mengalami...mau plg lbran aja..cuma dikasih wkt stengah jam...ga boleh lebih...dan di tunggu supir...sampe skrg..sy ga blh krmh org tua...selalu org tua yg berkunjung

    BalasHapus
    Balasan
    1. selalu doakan semoga semua akan baik2 sj y mbk. yg sabar dan tetap semangat. makasi

      Hapus
  15. Apa yang harus saya lakukan thd suami yg tdk mncntai n sring mghina saya. Saya ign ngnap d rmah ortu sya d lrang bhkan smpai jd mslh bsar sya dmrah2 d bentak2 d dron kpla sya d pkul2. Slah kah sya ign plang utk bbrpa hari k rmh ortu. Suami sya tdk ign krmh ortu sya spt msuhny. Suami sya sring mgtkan cerai.
    Ap yg hrus sya lkukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg sabar y... doakan suami agar lembut hatinya dan terbuka pintu hatinya. aamiin...

      Hapus
  16. Bagaimana apabila suami mengijinkan saya untk kermh orng tua tetapi keluarga suami ibu dan kakak permpuan tidk membolehkan,pdhl orng tua saya sangat merindukan saya dan kakak kndung saya sedng melhrkn saya ingn bertmu dan berkmpul,keluarganya selalu tdk peduli dgn klrga saya tetapi inginnya mengorek klrgansaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg sabar ya mbk, doakn semoga tuhan memberi petunjuk dan jalan keluar yg terbaik. doa adalah sebaik2 kekuatan hamba yg sdg dilanda masalah. semoga bahagia, aamiin.

      Hapus
  17. Saya sudah baik bhkn lbh peduli dgn klrga suami,tpi apabila saya ingin dekat dgn klrga saya sndri klrga dari suami tidk rela,,setelh menikah saya merasaa seperti dijauhkan dipisahkan dgn keluarga sayaa,,seakan2 saya harus condong ke keluarganya,,pdhl suami sayaa tidak ada pedulinya sama sekali dgn keluarga saya..sayaa sedih..pdhl dari kecil smpe mau menkh klrgaa saya merasa nyaman hangat stlh saya menikh orng tua saya hanya menahan rindu akibat klrga suami tidk mengijinkan saya kermh orngtua saya. Saya rindu dgn orangtua,kaka kndung saya,ponakan saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg sabar, doakan agar terbuka pintu hati dan lembut jiwanya. semoga dimudahkan, aamiin...

      Hapus
  18. dalahkah saha suami saya melarang saya beretemu dengan kakak perempuan saya .. tapi saya masih tetep betemu diam diam ?

    BalasHapus
  19. Saya tidak punya lagi kedua orang tua,tapi saya dekat dengan keluarga sebelah ibu saya,adik2 ibu saya,setiap x ada acara kumpul keluarga suami seperti keberatan untuk pergi,bahkan kalau datang pun dia sombong kepada keluarga saya,tidak mau berbicara bahkan tersenyum,padahal keluarga suami saya sering menyakiti hati saya dengan perkataan dan sikap mereka,tapi saya ttp berusaha untuk ramah,saya pun sangat rindu kepada keluarga saya,padahal kami satu kota,saya sedang hamil,sangat tertekan,sedih rasanya,.

    BalasHapus
  20. Kenalkan saya setyaji...!!!
    Saya mau tanya gmn jika seorang suami dihari raya memgajak istri & anak untuk menjenguk orang tua saya (suami) & istri tidak mau...???
    Dan bagaimana caraenyikapi dgn kondisi seperti itu...???
    Pdahal sehari-hari saya tinggal dgn mertua (istri).

    BalasHapus
    Balasan
    1. harap dibicarakan baik2 mas, apa alasan istri anda tdk mau menemui orang tua anda, sbg anak lk2 mmg wajib mendahulukan org tua drpd istri. dsmping itu tugas anda jg sbg suami utk menasehati istri jk mmg ada menemukan ktidakbaikan dlm perilaku istri. selanjtnya anda bs bertanya pd ustadz ttg bgm nya jk dg memang blm menemukan jalan keluar.
      terimakasih

      Hapus
  21. Kalau kita sudah izin berulanf x tapi tidak diizinin..dan ditanyak apa sebab/alasan saya gak boleh pulang kerumah ortu...dan saya juga memaksa ttp pulang...dan suami saya terus mendiami dan gak ada kabar ..

    BalasHapus
  22. Saya adalah anak pertama ya termasuk anak yang paling besar di keluarga saya, saya punya 2 orang adik yang satj kelas 3 SMK yg satu baru kelas 1 SD, Bapak saya sudah lama menganggur dan semua tanggungan saya coba bantu bapak saya untuk menanggung biaya hudup keluarga saya dengan bekerja. Setelah saya menemukan jodoh dan memutuskan untuk menikah saya meminta calon suami saya untuk mengijinkan saya tetap bekerja agar bisa membantu keluarga saya terutama adik" saya yang masih butuh biaya banyak. Tetapi setelah menikah 6 bulan suami saya habis kontrak dan malah melarang saya bekerja sehingga pada akhirnya kita sama" menganggur. Sebelnya ketika saya ingat keluarga selalu curiga jiga saya mengingat keluarga saya sampai saya menangis dia malah berpikiran saya terlalu memikirkan keluarga saya di bandingkan dia suami saya, dan dia pun selalu marah setiap kali saya ingat keluarga saya dan malah menyuruh saya pulang kerumah orng tua saya katanya "SANA URUS AJH KELUARGA NENK JANGAN URUSIN AA, UDAH TINGGAL AJAH DISANA GAK USAH KESINI LAGI" 😭😭😭 padahal maksud saya tidak begitu saya hanya ingin membantu keluarga sya yang sedang kesusahan tapi malah selalu disuudzan kan oleh suami.
    Setiap kali berantem pasti bilang nya mengarah ke perceraian.
    Ketika saya nasehatin jangan selalu bilang pisah klau lagi berantem, dia malah bilang "MAKANYA JANGAN SUKA BIKIN KESEL, AA ORANG NYA GITU KALAU UDH KESEL YA GK PIKIR LAGI PISAH YA PISAH LAH"
    Pertanyaan saya apakah sah dan sudah jatuh talak jika suami berbicara pisah saat emosi dan slah kah saya jika ingin tetap brkerja untuk membantu keluarga saya??

    BalasHapus

  23. Assalamualaikum,saya seorang suami, sdh 5 tahun saya bersabar mengikuti keinginan istri saya yang sering pulang ke rumah orangtuanya...dengan harapan dia akan berubah, tapi selalu diulang..at sdh menasehati dan membicarakan dengan ortunya, namun sampai sekarang belum ada perubahan..apa yang harus saya lakukan..

    BalasHapus
  24. Mantra Cinta Efektif Untuk Mendapatkan Istri Anda Kembali Dan Menjadi Hamil Saran saya mengungkap Anda semua untuk menghubungi Dr happy the best pada mantra cinta di happylovespell2@gmail.com, di sini adalah kisah hubungan saya. Nama saya Alexis scorpio dari FL Usa, saya ingin menghargai Dr senang karena membawa kembali istri saya, saya mengajar saya kehilangan dia, tidak sampai Dr bahagia melakukan mantra cinta efektif yang mendesak untuk saya yang membuatnya kembali begitu cepat, dan juga istri saya hamil sekarang setelah lima tahun menikah tanpa tanda-tanda kehamilan semua terima kasih kepada Dr senang apa mantra ampuh plz email padanya di happylovespell2@gmail.com Anda juga dapat melihat di situs Web-nya ... happylovespell2.webnode.com/ whatsapp / hubungi ... + 2348133873774 juga situs blog-nya.http: //happylovespel.blogspot.com.ng/

    BalasHapus

Posting Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Punya Wajah Mirip Orangtua, Selalu bertengkar. Mitos atau fakta?

Punya wajah yang mirip atau hampir mirip dengan wajah orangtua, baik ibu atau ayah mengakibatkan kita selalu bertengkar, benar nggak sih? Saya termasuk anak yang punya wajah mirip sekali dengan ibu saya. Orang-orang selalu mengatakan bahwa saya adalah fotokopi ibu. Apalagi jika bertemu dengan teman lama ibu, mereka selalu bilang "Kamu mirip sekali ya, persis seperti waktu ibumu masih gadis dulu."