Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Puasa Saat Hamil? Kenapa Tidak!

Berpuasa saat hamil? Meskipun islam memberi pengecualian pada ibu hamil dan menyusui agar boleh tidak berpuasa, namun jika kondisi ibu hamil sehat dan mampu untuk berpuasa kenapa tidak?
Banyak ibu hamil yang mengalami mual dan muntah-muntah disertai badan yang lemah sehingga tidak memungkinkan untuk berpuasa. Ada yang muntah terus setiap waktu, ada yang muntah kalau perutnya tak diisi makanan. Ada juga ibu hamil yang tak mengalami muntah sama sekali.

Makanan Mempermudah Kehamilan

Sebelumnya saya sudah bahas makanan yang dapat menyulitkan terjadinya kehamilan. Kali ini saya akan bahas makanan yang dapat menyuburkan kandungan dan mempermudah terjadinya kehamilan.
Masih ingat nggak ketika orang tua kita dulu sering bilang "Banyak-banyaklah makan tauge agar bisa punya banyak anak". Ternyata nasehat kuno itu ada benarnya juga lho... Karena tauge dapat meningkatkan kesuburan. Tauge mengandung vitamin E yang dapat meningkatkan kualitas sperma dan sel telur.

Makanan Penyulit Kehamilan

Hamil dan punya anak adalah satu jalan yang akan dilalui wanita dewasa setelah menikah, Namun bagaimana jika wanita belum juga hamil meski sudah bertahun-tahun menikah? Banyak  diantara wanita yang melakukan terapi atau mengikuti program kehamilan demi datangnya si buah hati. Jika sudah berusaha namun tak juga berhasil, mungkin ada hubungannya dengan pola hidup yang kurang sehat atau bisa jadi faktor makanan juga lho...

Aku Menyesal Tak Menerima Pinangannya

Ketika muda dulu, ketika ada seorang lelaki yang melamar, pernah nggak sih menolak karena alasan kita masih muda, tidak suka, tidak cinta, belum mapan dll. Namun seiring bertambahnya usia kita menyesal karena melihat orang yang dulu pernah kita tolak ternyata hidupnya lebih baik dari kita. Punya kemapanan dan hidup serba berkecukupan. Sedangkan kita hidup sederhana dan biasa saja. Siapa yang pernah mengalami kejadian serupa seperti itu? Jika pernah berarti kita senasib karena saya juga pernah mengalaminya.

Roda Itu Berputar, Lalu Apa Yang Disombongkan?

Bicara soal kehidupan, kehidupan itu seperti roda yang terus berputar. Tidak selamanya kita berada di atas, dan tidak selamanya pula kita berada di bawah. Semua ada masanya, semua ada waktunya. Jadi jangan sombong ketika berada di atas, dan jangan sedih ketika berada di bawah. 
Dan bicara soal kesombongan, sombong itu identik dengan sifat yang suka pamer, merendahkan dan merasa lebih segala-galanya. Punya pangkat, punya jabatan, punya ilmu, punya harta dan kemewahan, punya pasangan yang keren, punya anak-anak yang pintar, dan apapun itu sebenarnya itu semua milik siapa? semua milik Allah SWT, dan kita hanya dititipkan sementara waktu. Dan kita harus siap saat Allah mengambilnya kembali. Dan kita tak pernah tahu kapan Allah akan mengambilnya.

Ketika Ditaksir Bos

Disenangi bos atau atasan? siapa yang tidak mau? sebagai karyawan, bekerja dengan nyaman dan mendapat perhatian lebih dari bos bisa berujung pada naiknya prestasi atau jabatan dengan mudah tanpa harus menunggu lama. Namun bagaimana jika bos yang menyukai adalah bos yang sudah beristri? Dan perhatiannya tidak sekedar antara atasan dan bawahan tapi sudah menjurus pada cinta? hohohoho... apa yang harus dilakukan?

Ketika ditaksir bos, bagaimana reaksimu? Senangkah, bahagiakah, atau malah musibah?
Saya punya pengalaman ketika masih bekerja. Waktu itu saya memutuskan pindah kerja karena merasa tidak nyaman dengan lingkungan kerja yang lama dan berharap lingkungan kerja yang baru ini lebih baik. Saat saya diterima dan bertatap muka dengan bos baru itu secara langsung semua masih biasa saja. Yah... seperti atasan dan bawahan sebagaimana mestinya. Dimana rasa takut dan gerogi memasuki lingkungan kerja yang baru membuat saya terkadang kikuk dan butuh adaptasi yang luar biasa.

Maafkanlah... Jika Persahabatan Ini Harus Berakhir Sampai di Sini

Pernah nggak sih punya sahabat? pasti semua orang pernah punya sahabat. Ntah itu bersahabat dengan anak muda, orang tua, laki-laki atau perempuan. Namun bagaimana ceritanya jika kita bersahabat dengan suami orang? atau dengan istri orang lain? Apakah boleh bersahabat dengan lawan jenis yang ternyata merupakan suami atau istri seseorang?