Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

#MemesonaItu Menginspirasiku

Beberapa tahun ini aku sangat tertarik untuk memperhatikan seorang perempuan yang tinggal tak jauh dari rumahku. Persisnya dia tinggal tepat di depan rumahku. Orangnya ramah, bersahaja, anggun, keibuan, baik dan tak banyak bicara. Wajahnya manis, penampilannya sederhana dan tetap nampak cantik meski tanpa make-up. Di usianya yang tak lagi muda dia masih terlihat cantik. Dia hidup bersama dua orang anak dan juga orangtuanya.
Dia adalah wanita yang dua kali mengalami perceraian. Perceraian pertama karena KDRT dan perceraian kedua karena perbedaan prinsip. Wanita 35 tahun itu memiliki seorang anak dari pernikahan pertama dan dua anak pada pernikahan kedua. Satu anaknya dibawa oleh mantan suaminya. Mantan suaminya tak pernah membiayai hidup anak-anaknya. Jadilah wanita itu sendiri yang berjuang untuk menyambung hidup bersama kedua orangtuanya yang mulai sakit-sakitan dengan berjualan aneka kerupuk dan rempeyek. Ayahnya terkena stroke dua tahun yang lalu. Dan ibunya vertigo yang bisa kamb…

Ibu, Bapak, Sudah Saatnya Kalian Bahagia

Sebagai anak, kita pasti ingin membahagiakan dan membanggakan orangtua. Kita bahkan sampai berlomba-lomba untuk menjadi terbaik di mata orangtua. Berusaha menjadi seperti apa yang orangtua kita mau. Karena melihat orangtua kita tersenyum atas keberhasilan, kesuksesan kita, apalagi jika orangtua turut menikmati cipratan rejeki dari usaha kita. Rasanya... kita sudah bisa membanggakan orangtua. 
Tapi ada sebuah cerita nyata dimana sepasang suami istri yang berusia 60 tahun. Sampai keluar sebuah ucapan "Kita merawat dan membesarkan anak-anak kita dari kecil hingga dewasa dengan ikhlas, berharap suatu hari nanti mereka akan bahagia dan sukses. Kita selalu doakan agar mereka berhasil karena kalau hidup mereka nanti susah, kita juga ikut susah. Tapi setelah anak berhasil kita malah diperlakukan seperti pembantu"

Jangan Kau Ceraikan Istrimu Jika...

Dalam berumah tangga, cekcok dengan pasangan itu biasa. Malah kalau nggak pernah berantem rasanya kok sepi-sepi aja. Ada juga pasangan yang menjadi semakin romantis dan sayang setelah bertengkar. Ada kalanya pertengkaran itu menjadi bumbu-bumbu cinta ada kalanya pertengkaran itu menjadi bencana dalam rumah tangga. Mau yang mana? semua tergantung pilihan kita.
Dalam pertengkaran, biasanya pasangan saling beradu argumen mulai dari yang ringan sampai yang nyelekit menusuk ke hati. Tapi... ada juga yang berantem dalam diam. Ujung-ujungnya ya dapat punggung kalau lagi tidur. Setiap rumah tangga itu unik dan pasti punya ceritanya masing-masing.

Kebiasaan Baik Yang Kini Mulai Saya Tinggalkan

Dulu, ketika remaja saya paling rajin membersihkan rumah. Mulai dari kamar, ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Semua tidak luput dari perhatian saya, mulai dari kaca, loteng, lantai sampai perabotnya. Ketika sekolah, saya hanya bisa membantu ibu mencuci piring dan membersihkan rumah sepulang sekolah. Hari Minggu merupakan hari bersih-bersih, star dari pagi sampai siang, istirahat sebentar lalu menyetrika dan malamnya baru bisa duduk manis. Ya, gimana lagi, memang begitu ajaran ibu saya, "Jadi anak perempuan itu jangan keset/pemalas" Maklumlah kami juga tidak punya asisten rumah tangga. Jadi semua dikerjakan sendiri. Apalagi saya adalah anak perempuan satu-satunya dari lima bersaudara. Kalau bukan saya yang melakukan siapa lagi, kakak dan adik saya mana mau membantu. Mereka hanya bermain di luar bersama teman-temannya.

Hati-Hati, Ternyata Pencetus Kanker Ada di Dalam Rumah

Dalam keseharian, kita kadang tidak pernah tahu bahwa ada perabot atau benda yang ada di sekitar kita yang dapat memicu kanker. Jika terlalu lama terpapar atau kontak langsung dengan perabot tersebut bisa menyebabkan kanker. Mungkin kita tidak merasakan gejala itu dalam waktu dekat, tapi nanti setelah bertahun-tahun atau ketika sel-sel kanker sudah menggerogoti tubuh kita yang bisa terdeteksi saat stadiumnya sudah akut. 
Tidak ada salahnya jika kita mengantisipasi sedari awal agar tidak terjadi kemungkinan terburuk. Demi kesehatan, .tidak sedikit dari kita yang rela mengeluarkan uang sampai ratusan juta demi menjadi sehat. Bukan mengobati saat sudah sakit, tapi akan lebih bijak mencegah sebelum sakit. Bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati?

9 Cara Mudah Jadi Keluarga Super Bahagia

Melihat sebuah keluarga yang bahagia, kadang kita jadi mikir, untuk bahagia itu nggak gampang, mesti begitulah, beginilah. Karena untuk meraih bahagia itu butuh kematangan, ntah itu mental, sarana dan prasarana atau lingkungan. Nggak semudah membalikkan telapak tangan. 
Namun ternyata bahagia itu gampang kok, ada cara agar kita bisa menjadi keluarga yang super bahagia meski tanpa usaha yang besar atau modal yang besar. Mau tau?

10 Ramuan Herbal Untuk Kecantikan

Akhir-akhir ini, banyak dilakukan metode pengobatan secara tradisional dengan mengandalkan tanaman herbal. Metode ini lebih diminati pada zaman sekarang ini. Bukan hanya karena aman dan tanpa efek samping, tapi juga mudah didapatkan.

Ingin Semua Urusan Lancar? Jangan Pelit!.

"Bagaimana mungkin kamu dibantu orang sementara kamu tak pernah membantu orang" atau "Kalau kamu nggak pernah memberi mana mungkin orang akan memberimu" Mungkin itulah sepatah kalimat yang sering dilontarkan untuk seseorang yang suka mengeluh bahwa hidupnya tidak mengalami kemajuan, mengumpat, meratapi nasib dan menyalahkan takdir. Tak mau mengintrospeksi diri sendiri dan malah menyalahkan orang lain.

Be a Good Muslimah

Banyak sekali kita melihat maraknya kejahatan dan pelecehan seksual yang dialami anak dan remaja khususnya perempuan. Tak jarang kita menjudje bahwa laki-laki tak punya iman dan tak mampu menahan syahwat. Padahal banyak kita lihat perempuan berlenggak-lenggok memakai pakaian yang kurang bahan, mempertontonkan aurat dan merasa bangga jika ada jutaan pasang mata yang melirik dan mengagumi kecantikannya. Saat disenggol eh... malah marah. Siapa yang salah sebenarnya perempuan yang tak menjaga maruahnya sebagai wanita ataukah laki-laki yang mata keranjang?

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Percuma Kamu Cantik Jika Kamu Tak Peduli Hal Yang Satu Ini

Sedari kecil saya diajarkan untuk disiplin oleh orang tua saya, baik dalam segala hal apalagi waktu dan kebersihan. Kata ibu saya "Perempuan itu kalau mau dibilang cantik, tidak hanya bedak yang tebal atau penampilan yang keren tapi perempuan yang cantik itu adalah perempuan yang pintar ngurus rumah. Percuma kamu cantik kalau rumahmu berantakan, percuma kamu cantik kalau kamar mandimu berlumut". Plak, rasanya saya merasa tertampar ketika ibu saya bicara begitu dulu ketika saya masih remaja.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.

Pergilah, Aku Ikhlas Melepasmu

Akhirnya, hari yang selama ini aku takutkan datang juga. Hari dimana kenyataan pahit yang dulu pernah kualami dan tak ingin kualami lagi, kini terjadi sudah. Kini aku harus melepaskan semua perasaan yang pernah ada terhadapmu. Kini tiada lagi kata 'kita' yang ada hanya kata 'aku' dan 'kamu' saja. Aku harus mengubur semua impian-impian indah yang pernah kita rajut bersama dulu. Kini aku harus terbiasa hidup tanpamu. Bangun tidur tak lagi ada dirimu disisiku yang biasanya selalu menyambut pagiku dengan senyuman manismu. Ya,,, aku harus siap kehilanganmu. Meski berat tapi tetap harus kujalani.

Ingin Sukses Jadi Penulis? Inilah Rahasia dari Seorang Penulis Terkenal dan Pimpinan Editor DarMizan.

Ini cerita saya sewaktu mengikuti acara meet and greet workshop menulis beberapa hari yang lalu di Minang Book fair 2017. Bersama Kang Benny Rhamdani  seorang pimpinan editor di DarMizan dan Kak Maya Lestari GF seorang penulis, novelis sukses dan terkenal yang prestasinya tak diragukan lagi dalam dunia kepenulisan.
Acaranya sangat seru dan ada banyak keistimewaanya, pertama, ini adalah pengalaman pertama saya ikut acara keren seperti ini sejak menjadi blogger beberapa bulan yang lalu. Kedua, pesertanya juga membludak sampai sebagian ada yang duduk di karpet karena tak kebagian kursi. Ketiga, saya ketemu pimpinan editor dari DarMizan secara langsung yaitu kang Benny Rhamdani yang mau membagi ilmunya tentang tulisan-tulisan seperti apa sih yang layak terbit. Keempat saya dapat ilmu lagi dari kak Maya Lestari GF yang merupakan mentor dan teman curhat saya kalau lagi bingung untuk mewujudkan mimpi saya dalam menerbitkan novel pertama saya yang sampai sekarang masih terombang ambing di me…

Cinta Memang Tidak Memandang Apapun, Tapi Pandangan Ini Membuat Kita Tak Bisa Bersatu Dalam Cinta

Awalnya semua baik-baik saja, kau dan aku dipertemukan dalam pertemuan yang tak terduga. Di luar kuasaku, kau meminangku dan aku menerimamu. Kau baru setahun merantau dari pulau Jawa ke salah satu pulau di Riau ini. Kau tinggal bersama kakak perempuanmu. Akupun bekerja di sini sudah hampir lima tahun. Kita sama-sama menerima segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Terlebih aku yang hanya seorang janda beranak satu, sementara dirimu masih bujang. Kita hidup dalam mahligai cinta yang diridhoi Allah, begitu indah dan romantis bagai dunia ini milik kita berdua. Aku masih ingat ketika awal cinta kita bersemi dalam sepiring ketoprak. Kau tentu masih ingat kenangan manis itu kan?