Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Inspirasi

Kenapa Harus Berpisah, Jika Dulu Kamu Sangat Mengaguminya

Buat sahabatku yang sekarang sedang menjalin sebuah hubungan lalu merasa bahwa hubungan itu sudah berada di atas tanduk. Ntah kamu lagi berpacaran atau sudah menikah, apakah kalian saat ini sedang galau, butuh kepastian hubungan ini mau di bawa kemana? Nah kamu sangat dianjurkan baca tulisan saya ini. Dulu... ketika kamu baru mengenalnya, apa yang kamu lihat darinya? apa yang kamu rasakan saat bersamanya hingga kamu dulu sangat mengaguminya? Bahkan dulu bisa di bilang kalian tu lebay, kenapa lebay? ya lah... dulu tiada hari tanpa komunikasi, dia yang selalu membuatmu tersipu malu-malu kucing  saat berdua, selalu rindu ingin bertemu, karena kalau sehari nggak ketemu rasa setahun, rasa gersang dunia ini, dialah yang terbaik, dialah yang paling mengerti aku, dialah yang selalu buat hatiku berbunga-bunga. Ih lebay kan... Lalu kenapa sekarang kamu merasa ingin mengakhiri hubungan ini? Coba fikirkan lagi apa kamu sudah yakin bahwa kamu ingin mengakhiri hubungan ini? Hubungan yan...

Ngedate Ditemani Orangtua era zaman now, Yes or No?

beauty journal-sociolla Gaya pacaran anak zaman old dengan anak zaman now tentunya berbeda ya. Kalau dulu sih pacarannya paling sering tuh diapelin ke rumah, ngobrol sama orangtua,  jalan-jalan kalau sudah dikasih ijin, itupun mesti ditemani adik jika kita punya adik yang kecil, 'sekalian momong' katanya. Pulangnya juga nggak boleh malam-malam. Karena dulu belum ada gadget seperti sekarang yang kalau kangen bisa telponan, sms, atau video call. Jaman dulu itu meski ketemu untuk mengungkapkan rindu. Atau kalau keadaan tak memungkinkan hanya bisa berkirim surat. Bicara soal pacaran zaman old, gimana sih rasanya jika pacaran selalu diawasi orangtua? kesel? marah? bete? atau sebel?. Pengalaman saya dulu sih biasa saja. Karena pacaran kami waktu itu memang pacaran yang sehat. Kami sama-sama paham bahwa pacaran itu memang diharamkan dalam islam. Tapi sejauh kami tidak melakukan yang 'macam-macam' ya tidak masalah. Bagi saya direcokin orangtua saat dia bertandang kerumah...

Sahabatan Kok Bersaing Sih?

merdeka.com Siapa diantara kamu yang punya sahabat? Kita semua pasti punya sahabat. Ada sahabat yang dari kecil sampai menikah dan punya anak tetap bersahabat. Ada sahabat yang berakhir ketika masing-masing sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Ada sahabat yang berujung pada percintaan. Dan ada juga sahabat yang selalu ingin bersaing dengan sahabatnya. Dan ada juga sahabat yang menusuk dari belakang, manis di depan tapi busuk di belakang. Seperti kejadian heboh belakangan ini yang lagi viral di medsos.

Punya Wajah Mirip Orangtua, Selalu bertengkar. Mitos atau fakta?

vemale.com Punya wajah yang mirip atau hampir mirip dengan wajah orangtua, baik ibu atau ayah mengakibatkan kita selalu bertengkar, benar nggak sih? Saya termasuk anak yang punya wajah mirip sekali dengan ibu saya. Orang-orang selalu mengatakan bahwa saya adalah fotokopi ibu. Apalagi jika bertemu dengan teman lama ibu, mereka selalu bilang "Kamu mirip sekali ya, persis seperti waktu ibumu masih gadis dulu."

Jadilah Mempesona Dengan Menjadi Diri Sendiri

Menjadi diri sendiri merupakan hal yang mendasar dalam hidup kita. Setiap manusia dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak salah jika kita ingin seperti orang yang kita kagumi. Namun harus diingat bahwa setiap manusia punya keunikan dan keistimewaan yang kadang tidak kita miliki. Namun jangan memaksakan keinginan karena sadar atau tidak, keinginan itu sering menguasai pikiran kita sehingga kita akan berusaha mati-matian untuk mewujudkan keinginan itu agar kita bisa menjadi seperti orang itu. Yang pada akhirnya kita hanya akan kehilangan jati diri kita yang sesungguhnya hanya karena meniru figur atau sosok orang lain yang notabene nya belum tentu cocok dengan diri kita.

Menikah lebih dari satu kali, bukan berarti berkepribadian buruk

Dalam pernikahan, suami menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Dan seorang  istri menjadi pendamping yang akan selalu menjaga kehormatan rumah tangganya. Pengorbanan seorang suami sangatlah besar. Tidak hanya soal nafkah tapi juga kelangsungan sebuah pernikahan. Bagaimana rumah tangga bisa aman, nyaman dan tentram. Dan keberadaan seorang istri tidak bisa disepelekan begitu saja. Ibarat kata pepatah "istri itu adalah jantungnya rumah, jika jantungnya sakit maka sakit jugalah seisi rumah".

Miniatur Rumah Dari Kardus Bisa Jadi Kado Spesial Untuk si Kecil Kreasi Bunda Puji

Hai hai hai,,, apa kabar bunda semua? Semoga baik hendaknya ya... Aku lagi seneng banget nih, dan bermaksud berbagi ide dengan bunda semua.  Ceritanya aku kemarin lagi bingung menghadapi mainan anakku si Gendis yang berserakan di lantai. Barusan diberesin, udah berantakan lagi. Kenapa tidak! Gendis suka sekali main rumah-rumahan, masak-masakan plus dengan boneka-boneka kesukaannya. Nggak cukup dengan mainan dia aja, kain, selendang, sepatu bunda juga ikut keluar dari persembunyiannya.

Jodoh Pilihan Ayahku Ternyata Yang Terbaik

Aku masih ingat 19 tahun yang lalu saat aku menolak untuk dijodohkan dengan seorang lelaki yang umurnya terpaut 15 tahun diatasku. Sebut saja namanya Dadang. "Bagaimana rasanya jika nanti aku harus tidur dengan laki-laki yang tidak aku cintai, Pa!"

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

rmol.co Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati. Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Jika Suami Pergi Dengan Wanita Lain, Mohonlah Kepada si Pemilik Hatinya

myfitriblog.wordpress.com Setelah menikah, seorang suami merasa bahwa dia telah memiliki istrinya dan seorang istri merasa bahwa dia telah memiliki suaminya. Padahal keyataannya tidaklah demikian, suami, istri dan semua yang kita miliki di dunia ini hanyalah sesuatu yang dititipkan Allah pada kita. Semua yang kita miliki di dunia ini hanya titipan. Diberi  suami ganteng, baik, kaya, itu titipan Allah. Punya istri cantik dan solehah, itu titipan. Punya anak, itu titipan. Punya harta benda, itu titipan. Dan yang namanya titipan, kita harus siap jika sewaktu-waktu semua itu diambil oleh pemiliknya.

Allah Mempertemukanku Dengannya Melalui Facebook

palingseru.com Sosial media saat ini tidak hanya dapat memberikan kita informasi penting yang kita butuhkan tapi ternyata juga bisa memberikan sesuatu yang lebih penting dari informasi apapun. Apa itu? jodoh! yakin bisa ketemu jodoh melalui dunia maya? Cerita ini mungkin bisa menginspirasi buat kamu yang sedang merajut kasih dengan seseorang melalui dunia maya atau bingung karena belum yakin atau merasa tidak percaya bahwa jodoh bisa datang dari sini. Atau bagi kamu yang sekarang sedang berbahagia karena menemukan jodohnya lewat facebook. Simak cerita berikut ini ya...

Roda Itu Berputar, Lalu Apa Yang Disombongkan?

katamami.com Bicara soal kehidupan, kehidupan itu seperti roda yang terus berputar. Tidak selamanya kita berada di atas, dan tidak selamanya pula kita berada di bawah. Semua ada masanya, semua ada waktunya. Jadi jangan sombong ketika berada di atas, dan jangan sedih ketika berada di bawah.  Dan bicara soal kesombongan, sombong itu identik dengan sifat yang suka pamer, merendahkan dan merasa lebih segala-galanya. Punya pangkat, punya jabatan, punya ilmu, punya harta dan kemewahan, punya pasangan yang keren, punya anak-anak yang pintar, dan apapun itu sebenarnya itu semua milik siapa? semua milik Allah SWT, dan kita hanya dititipkan sementara waktu. Dan kita harus siap saat Allah mengambilnya kembali. Dan kita tak pernah tahu kapan Allah akan mengambilnya.

Ketika Ditaksir Bos

femina.co.id Disenangi bos atau atasan? siapa yang tidak mau? sebagai karyawan, bekerja dengan nyaman dan mendapat perhatian lebih dari bos bisa berujung pada naiknya prestasi atau jabatan dengan mudah tanpa harus menunggu lama. Namun bagaimana jika bos yang menyukai adalah bos yang sudah beristri? Dan perhatiannya tidak sekedar antara atasan dan bawahan tapi sudah menjurus pada cinta? hohohoho... apa yang harus dilakukan? Ketika ditaksir bos, bagaimana reaksimu? Senangkah, bahagiakah, atau malah musibah? Saya punya pengalaman ketika masih bekerja. Waktu itu saya memutuskan pindah kerja karena merasa tidak nyaman dengan lingkungan kerja yang lama dan berharap lingkungan kerja yang baru ini lebih baik. Saat saya diterima dan bertatap muka dengan bos baru itu secara langsung semua masih biasa saja. Yah... seperti atasan dan bawahan sebagaimana mestinya. Dimana rasa takut dan gerogi memasuki lingkungan kerja yang baru membuat saya terkadang kikuk dan butuh adaptasi yang luar bi...

Maafkanlah... Jika Persahabatan Ini Harus Berakhir Sampai di Sini

rosasusan.com Pernah nggak sih punya sahabat? pasti semua orang pernah punya sahabat. Ntah itu bersahabat dengan anak muda, orang tua, laki-laki atau perempuan. Namun bagaimana ceritanya jika kita bersahabat dengan suami orang? atau dengan istri orang lain? Apakah boleh bersahabat dengan lawan jenis yang ternyata merupakan suami atau istri seseorang?

Ketika Keseriusanmu Dipertanyakan

brilio.net "Dik, besok aku ke rumahmu ya" "Kenapa mas?" "Aku mau ketemu sama orangtuamu" "Yakin sampeyan mas?" "Iya, lebih cepat lebih baik. Aku ingin hubungan kita segera dihalalkan"

Jeritan Hati Seorang Janda

lifestyle.okezone.com Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah. Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Nasib Bunga di Tepi Jalan

Wanita sering dilambangkan dengan bunga karena keharuman, keindahan dan kecantikannya. Bunga yang indah bertebaran di taman bunga membuat semua mata terpukau oleh keindahannya. Ada yang memetiknya lalu menyimpannya di balik lembaran buku hingga bertahun-tahun lamanya. Ada yang memetiknya untuk dijadikan hiasan kamarnya. Ada yang hanya sekedar menciumnya lalu pergi. Ada yang memetiknya lalu mencampakkannya begitu saja. Ada yang bersusah payah memetiknya hingga terluka karena saking indahnya bunga itu dan kemudian dia membuangnya karena caranya memetik bunga dengan kasar membuat kelopak bunga itu rusak dan tak berbentuk lagi. Sebaik-baik bunga adalah bunga yang tumbuh di tepi jurang, Orang hanya akan memandangnya saja dari kejauhan dan takut mengambilnya karena tak ingin terjatuh atau bunga itu rusak. 

Jangan Dulu Bilang Cinta Jika Tak Mengerti Tentang Ini

ciricara.com Begitu banyak orang mencintai dan mereka yang dicintai bahagia karenanya. Banyak yang mencintai nyatanya banyak juga yang tersakiti. Banyak yang mencintai tapi faktanya banyak yang tak tahu hakekat dari mencintai itu sendiri.  Apakah berhasil memiliki seseorang yang disenangi adalah wujud mencintai? Apakah dengan menemani sepanjang hidup itu mencintai? Apakah memberikan segalanya itu mencintai? Apakah merasa puas karena dirinya adalah mencintai? Masih banyak lagi kalimat yang harus dipertanyakan untuk membuktikan apakah itu benar-benar mencintai?

Ayah, Aku Gadis Kecilmu Yang Kini Sangat Merindukanmu

qadis.co Ayah... Dimana engkau sekarang? Aku sangat merindukanmu Ayah... Kau mungkin tak mengenal rupaku Aku pun tak mengetahui figur sosokmu Tapi ada kerinduan dalam hatiku untuk bertemu denganmu

#MemesonaItu Menginspirasiku

Beberapa tahun ini aku sangat tertarik untuk memperhatikan seorang perempuan yang tinggal tak jauh dari rumahku. Persisnya dia tinggal tepat di depan rumahku. Orangnya ramah, bersahaja, anggun, keibuan, baik dan tak banyak bicara. Wajahnya manis, penampilannya sederhana dan tetap nampak cantik meski tanpa make-up. Di usianya yang tak lagi muda dia masih terlihat cantik. Dia hidup bersama dua orang anak dan juga orangtuanya. Dia adalah wanita yang dua kali mengalami perceraian. Perceraian pertama karena KDRT dan perceraian kedua karena perbedaan prinsip. Wanita 35 tahun itu memiliki seorang anak dari pernikahan pertama dan dua anak pada pernikahan kedua. Satu anaknya dibawa oleh mantan suaminya. Mantan suaminya tak pernah membiayai hidup anak-anaknya. Jadilah wanita itu sendiri yang berjuang untuk menyambung hidup bersama kedua orangtuanya yang mulai sakit-sakitan dengan berjualan aneka kerupuk dan rempeyek. Ayahnya terkena stroke dua tahun yang lalu. Dan ibunya vertigo yang bisa...