Langsung ke konten utama

Menikah lebih dari satu kali, bukan berarti berkepribadian buruk

Dalam pernikahan, suami menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Dan seorang  istri menjadi pendamping yang akan selalu menjaga kehormatan rumah tangganya.

Pengorbanan seorang suami sangatlah besar. Tidak hanya soal nafkah tapi juga kelangsungan sebuah pernikahan. Bagaimana rumah tangga bisa aman, nyaman dan tentram. Dan keberadaan seorang istri tidak bisa disepelekan begitu saja. Ibarat kata pepatah "istri itu adalah jantungnya rumah, jika jantungnya sakit maka sakit jugalah seisi rumah".

Oleh karena laki-laki adalah pemimpin, panutan, contoh, teladan, guru dan imam dalam sebuah keluarga maka sangat penting bila seorang laki-laki yang akan bergelar suami mempunyai kebijakan yang matang dan memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap apa yang dipimpinnya. Dan kualitas seorang pemimpin dapat dilihat dari semua perbuatannya.

Suami yang dewasa dan bertanggungjawab harus sadar bahwa pernikahan adalah sebuah komitmen untuk menjalani kehidupan seumur hidup lengkap dengan semua suka dukanya. Karena dia tahu perjalanan ke depan itu tidaklah mudah, tidak semulus yang dibayangkan, penuh sandungan dan batu kerikil dari yang kecil sampai yang besar. Dan seorang pemimpin yang bijaksana dituntut untuk bisa mengatasinya dengan baik.

Meski mendapatkan perempuan yang awalnya kurang baik tapi karena berada dibawah pimpinan seorang lelaki yang baik dan bijaksana, lama-lama si perempuanpun akan menjadi baik. Begitu sebaliknya.

Untuk itu memperlakukan pasangan dengan baik dan benar jauh lebih penting dari pada berusaha mendapatkan pasangan yang baik dan benar. Pernah dengar kan istilah "suami seperti apa akan menghasilkan istri seperti apa".

Dan yang namanya rumah tangga tentu kita sering menemukan cekcok dan konflik dengan pasangan. Ntah itu karena soal sepele atau masalah yang berat. Sebagai pasangan suami istri yang baik, sangat perlu jika permasalahan itu diselesaikan dengan bijak.

Jika perselisihan dan beda pendapat atau beda prinsip itu mengarah pada perpisahan meski sudah berusaha dicarikan jalan keluar yang baik. Maka bisa jadi itulah jalan yang terbaik. 

Bagi banyak orang, kegagalan dalam pernikahan merupakan sebuah keburukan. Padahal tidak selamanya gagal itu didefenisikan dengan buruknya akhlak seseorang. Saya pernah dengar ibu-ibu berceloteh "Menikah dua kali, kok gagal terus, apanya yang salah? Bisa jadi dianya berkelakuan buruk, mungkin banyak menuntut kali atau kurang bersyukur, orang kayak mana lagi sih yang mau dicari" 

Sepintas mungkin ada benarnya, sudah menikah berkali-kali kok gagal terus. Tapi coba ditelisik lebih dalam lagi. Kita tak pernah tahu apa masalah yang membuat seseorang bercerai. Kalau menuntut pasangan sempurna tentu saja tidak ada manusia yang sempurna. Tapi coba bayangkan jika masalah yang ada itu membuat kedua pasangan itu memang tak bisa bertahan misalnya suami yang maniak seks, temperamen atau pejudi yang sampai menggadaikan harga diri? manusia mana yang bisa bertahan? Anggaplah mereka mampu bertahan beberapa waktu dan berharap akan ada perubahan yang lebih baik. Jika tidak?

Boleh saja orang beranggapan begitu jika melihat keseharian orang tersebut memang berkelakuan buruk. Misal suka keluyuran, mabuk-mabukkan, suka berzina dsb. Tapi jika di keseharian orang tersebut tampak tenang, soleh, santun, ramah dengan semua orang tentu anggapan semacam itu perlu dipertimbangkan lagi. 

Jadi berhentilah beranggapan bahwa orang yang menikah lebih dari sekali itu buruk. Bisa jadi takdirlah yang membuat mereka berada di situasi seperti itu. Dan bisa jadi mereka belum menemukan jodoh yang tepat. Yang serasa, saling menyayangi, mencintai, menghormati, menghargai dan menerima apa adanya serta cocok saling mengisi satu sama lain. Dan ketika seseorang menemukan jodoh yang bermasalah bisa jadi seseorang itu belum menemukan jodoh yang tepat.


coretanpupu#

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.