Langsung ke konten utama

Jeritan Hati Seorang Janda

lifestyle.okezone.com
Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.

Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Namun terkadang manusia itu sendiri yang merasa berhak untuk menjudge, melecehkan, menghina, merendahkan, dan menghakimi kehidupan pribadi seseorang. Itulah uniknya penyakit yang bersarang dalam hati masyarakat sekarang ini. Mungkin penyakit itulah yang tak ada obatnya dan tak dijual di apotek manapun sehingga merajalela sampai sebegitu parahnya.

Bicara soal pandangan masyarakat, tentu kita sama-sama tahu bagaimana orang memandang status sosial tentang seorang janda, atau yang beberapa kali menjanda, kawin cerai lebih dari satu kali atau siapa lelaki yang mau sama janda. Meski kita tidak pernah atau belum mengalami, tapi kita sering mendengar stigma  di masyarakat tentang yang satu ini kan?

Kemudian timbul pertanyaan :

Apakah seorang janda tak berhak untuk bahagia?
Apakah janda tak pantas menikah lagi?
Apakah janda tak layak ikut bersosialisasi dalam lingkungan masyarakat?
Apakah seorang janda adalah seorang yang berkelakuan buruk hanya karena gagal menata hidup dalam ikatan suci pernikahan?

Seorang perempuan, apakah harus bertahan dalam pernikahan yang buruk? KDRT, pelecehan seksual, dan kezoliman lainnya, Apakah dia tak punya hak atas dirinya untuk bahagia?

Menjanda tapi bahagia lebih baik daripada menikah tapi tersiksa. 

Seorang janda apakah tak boleh menikah lagi? Apakah tak layak untuk dicintai?
Namun kenyataannya banyak para janda yang menikah dengan seorang perjaka.

Dengan alasan para janda itu lebih berpengalaman.

Janda yang punya harga diri jauh lebih baik dari pada gadis murahan. Makanya banyak kita melihat sekarang para lelaki bujangan yang bersedia menikahi janda.

Banyak para perempuan bersuami yang risih jika di kampungnya ada seorang janda. Kenapa? takut suaminya diambil? Takut suaminya tergoda oleh pesona janda? Apakah segitu buruknya masyarakat menilai kualitas seorang janda? sehingga tak dibolehkan untuk ikut aktif terlibat dalam kegiatan masyarakat? Emangnya semua janda itu genit? ganjen atau tak bermoral? Jangan salah lho, ada banyak janda -janda yang sukses meski dihina dan direndahkan masyarakat. Bahkan ada yang masih betah menjanda hingga akhir hayatnya. Dan lebih memilih untuk mengurus anak-anak saja.

Gagalnya seorang perempuan membina rumah tangga bukan berarti dia berprilaku buruk. Bisa jadi suaminya yang kejam, atau suaminya melirik wanita lain atau takdir yang membuatnya harus menjanda, misal kematian.

Seperti cerita ibu-ibu di tukang sayur berikut ini :

"Eh Bu, tau nggak sih si Anu kawin lagi lho"
"Ah yang bener Bu?"
"Iya, malah suaminya perjaka lagi"
"Ih... kok mau sih tu laki, bodoh banget, emangnya udah nggak ada lagi perawan di sini, kok malah milih janda"
"Iya tuh, enak banget tuh janda, beranak lagi"
"Ya, istilahnya beli paketan Bu, beli satu dapet tiga"
"Hahahahaha..."

"Siapa bilang menjanda itu enak? Kalau enak, kenapa nggak Ibu-ibu saja yang jadi janda, biar nanti bisa dapet suami perjaka"

Setidaknya itulah kalimat yang saya lontarkan untuk dapat membubarkan ghibah yang tak bermoral itu.

Perempuan mana sih di muka bumi ini yang mau menyandang status janda? Menjadi janda itu nggak gampang lho... Kenapa sih janda dipandang sebagai musibah di mata kaumnya sendiri, yaitu perempuan. Dan janda dijadikan calon korban bagi kaum adam. Terlebih lagi jika janda itu janda muda, wah bisa-bisa heboh orang sekampung terjangkit penyakit yang satu ini.

Tak terpikirkah jika anak, cucu atau saudara kita yang menyandang status janda? Sanggupkah kita melihat anak, cucu atau saudara kita diperlakukan sebagaimana kita memperlakukan para janda dengan seenaknya?. Bahkan terkesan melecehkan, menghina dan merendahkan?

Dan jika seorang laki-laki berniat untuk menyantuni janda baik secara lahir maupun bathin dengan cara menikahinya maka laki-laki tadi sudah menggali ladang ibadah yang mulia bagi dirinya sendiri.

Dari abu Hurairah RA. Nabi Muhammad SAW bersabda "Orang-orang yang menyantuni kaum janda dan orang-orang miskin adalah setara dengan orang yang berjihad di jalan Allah" Rasulullah SAW juga bersabda "Dia juga seperti orang yang bertahajjud yang tidak merasa lelah dan seperti orang yang berpuasa yang tidak pernah berbuka" (Muttafaq 'Alaih).

Baik buruknya seorang janda tergantung dari individu janda itu sendiri. Jika seorang janda berpenampilan menggoda dan memang suka melirik suami orang dan tidak mau menjaga kehormatannya sebagai seorang perempuan maka janda itu sendirilah yang merendahkan dirinya sendiri. Namun tentu sangat berbeda dengan janda yang menjaga kehormatannya dengan hijab dan prilaku yang santun.

Ketika seorang lelaki yang berstatus suami menggoda seorang janda yang sedang bekerja untuk menghidupi anak-anaknya, tak jarang para istri menyalahkan si janda. Padahal justru suaminyalah yang berniat buruk pada janda tsb. Tapi tetap saja janda yang disalahkan. Dijambak, diarak bahkan dipermalukan di depan umum. Lalu apakah tak boleh janda bekerja? Tak boleh keluar rumah? Jika tak boleh kemana-mana apakah ada yang mananggung hidupnya? Bahkan ada yang dengan terang-terangan menutup pintu dan menyuruh suaminya masuk rumah ketika si janda lewat depan rumahnya. Sebegitu hinakah status janda dimata kita?

Buat siapapun yang berstatus janda, jangan bersedih, teruslah semangat menjalani hidup. Tetap jaga kehormatan dan harga diri sebagai seorang perempuan. Kita semua berhak hidup di atas bumi Allah ini. Jaga anak-anak dan rawatlah mereka sebaik mungkin. Mereka adalah pelita di kala hatimu gelap. Mereka adalah penerus kehidupanmu kelak.  Mereka adalah pelipur lara di kala hatimu gundah gulana. Di saat kamu rapuh maka peluklah anak-anakmu. Tak selamanya hidup itu di bawah. Roda kehidupan akan terus berputar mengikuti perintah pemiliknya. Mungkin kini kamu menangis karena bersedih tapi suatu hari nanti kamu akan menangis karena bahagia.

Jadilah janda yang berkualitas sehingga kamu mampu menunjukkan pada dunia bahwa kamu tak pantas untuk dihina dan direndahkan.

Jika ada seorang lelaki yang melamarmu, ntah itu duda atau bujangan, kenali dan selidiki dulu sebaik mungkin sebelum menerimanya. Karena mencari calon suami itu gampang, yang susah itu mencari calon bapak untuk anak-anak. Jangan dia hanya maunya sama maknya tapi nggak mau sama anaknya. Jangan sampai dia hanya baik di awal setelah dia kecap rasanya lalu dibuang seenaknya. Atau dia menikahi hanya karena si janda kaya raya. Atau lebih baik rawat saja anak-anak dan fokus untuk membesarkan mereka.

Buat yang berada di sekeliling para janda. Atau jika ada saudara kita yang berstatus janda maka  sebaiknya :

1. Jaga dan sayangilah mereka.
2. Jika melihatnya menangis, maka kuatkan dirinya.
3. Bantulah dia baik materi atau semangat.
4. Jangan pernah kau layangkan tanganmu ke wajahnya atau kau menyalahkan atau membentaknya karena sejujurnya dia sangat letih, lemah dan rapuh.
5. Hibur dia, setidaknya untuk meringankan beban hatinya.

Hidupnya sangat berat dan membosankan karena tidak ada siapapun baginya untuk mengadu. Jika dia punya suami tentu dia akan berkeluh kesah dengan suaminya. Beban hidupnya sangat banyak jadi wajar jika dia uring-uringan, stres dan emosian. Ingat, ada Allah tempatmu bersujud dan mengadukan semua beban hidupmu.

Tak gampang membesarkan anak sendirian tanpa suami. Tak gampang mengemban tugas sebagai ayah dan ibu sekaligus. Tak gampang menghadapi kenakalan anak sendirian tanpa figur yang disegani. Wajar jika dia bersikap keras untuk menunjukkan figur seorang bapak yang terpaksa kadang dia lakukan pada anaknya.

Tak gampang menghadapi kerasnya kehidupan dengan pandangan sinis masyarakat. Di bayang-bayangi rasa khawatir dan takut akan pelecehan  atau kejahatan sosial. Berjuang melawan trauma dan rasa bersalah.

Tapi ketahuilah, Jauh di dalam hatinya, dia tetap seorang perempuan lembut yang menangis karena menyesal telah memarahi anaknya. Dia tetap seorang ibu yang selalu mendoakan anak-anaknya dan dia takkan berhenti berjuang demi masa depan anak-anaknya. Dia harus tetap kuat dan tegak berjalan meski lelah dipecundangi dunia.

Hargailah seorang janda sebagaimana kita juga ingin dihormati. Karena status janda, duda, yatim, piatu, suami, istri, anak, ayah, ibu, kakek dan nenek adalah status alami yang diciptakan Allah kepada manusia. Dan bisa terjadi pada siapa saja. Siapapun bisa mengalaminya jika sudah kehendak Allah SWT. Inilah jeritan hati seorang janda yang kadang diperlakukan tak adil bagi masyarakat di sekelilingnya.


Cerita ini disadur dari pengalaman hidup seseorang yang saya tulis di sini. Semoga bisa memberi manfaat.


coretanpupu#

Komentar

  1. Iya setuju mbak, janda juga wanita biasa ya sebenernya, cuma keadaannya aja yang berbeda.. Mana ada sih wanita yang mau menikah untuk jadi janda.. Huhuhuu

    BalasHapus
  2. iya mbak, sedih aja lihat janda kadang diperlakukan dengan tidak adil. kasihan kan mereka juga manusia ciptaan tuhan...

    BalasHapus
  3. Saya seorang janda. Alhamdulillah belum pernah dapat hinaan :)

    BalasHapus
  4. Seharusnya para janda juga bisa hidup sebagaimana mestinya, dan dihargai ya mbak,,, ;) Saya kasihan banget liat ada janda yang dikucilkan. Mereka kan juga manusia. Dan mereka tak pernah minta untuk dijadikan janda.

    BalasHapus
  5. Aku kenal dengan seorang janda, suaminya meninggal tahun lalu. Dia pernah curhat kalau semenjak jadi janda dia sering diganggu, kasihan. Tetapi dia itu tegas, dia tidak mau meladeni orang yang mengganggunya. Dia fokus merawat anak2 dan bekerja.

    Kesimpulan, tidak semua janda itu penggoda :)

    Aku setuju dengan mak puji

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, saya juga terenyuh denger cerita mereka diperlakukan begitu, padahal mereka tidak pernah menggoda suami org, btw makasi ya mak,,, :)

      Hapus
  6. Suka, mba sama tulisannya. Dan asla mba tau, teman saya pernah buat akun FB dgn status janda. Seperyi mesin screening, langsung yg add puluhan tiap harinya. Dan 90% laki2. Subhanallah.. Segitu hinanya ya status itu. Bukan cuma nge-add, mereka ngajakin chatting porno gt. Astaghfirullah.

    Makanya salut ama janda2 yg kuat iman dan tetap eksis dgn baik. Melihat fenomena di masyarakat inilah makanya, sy jd paham kenapa rasulullah banyak menikahi janda. Semata2 beliau menjaga kehormatan wanita tsb. Masya Allah.

    BalasHapus
  7. Iya mbk, bener bgt, Rasulullah mmg teladan yg terbaik bagi kita. Memuliakan para janda dan menikahinya. Makasi ya mbk :)

    BalasHapus
  8. Pengalaman sy jadi janda,sering d pandang sebelah mata baik oleh masyarakat atau pun kluarga.sebaiknya2 mna pun kita dg dia org tetap tk pernah d hargai,tapidg usaha dan doa sy dpt hidup lebih baik dari mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahwa tidak seorangpun istri akan berpikir menjadi janda,namun perjalanan hidup tidak semua sesuai yang dimaui tentunya,ada kejadian2 yang membuat dirinya menjadi janda.
      Siapa bilang janda itu tidak terhormat sebagai wanita?
      jika menjadi janda karena kdrt oleh suami,ditinggal meninggal suami,menceraikan suami yang selingkuh,menolak di poligami karena suami hanya bersyahwat saja,itu semua adalah status janda terhormat.
      adakah janda yang tidak terhormat?
      ada tentunya,janda zina,mereka yang diceraikan suami karena berzina ketika masih berstatus istri sah.
      jadi sebaiknya pahami dahulu mengapa seorang istri menjadi janda
      pria lajang yang kemudian meminati menikahi seorang janda,membawa anak sekalipun,jika memang ada kecocokan,saling cinta dan janda tersebut terhormat,maka menikahlah,semua ada redho Allah didalamnya.
      ketika janda akan dinikahi duda,selidiki dahulu secara teliti,mengapa laki2 itu menjadi duda,sama halnya dengan janda,duda ada yang terhormat ada juga duda tidak terhormat,maka pilihlah yang terhormat tentunya.

      Hapus
  9. Pengalaman sy jadi janda,sering d pandang sebelah mata baik oleh masyarakat atau pun kluarga.sebaiknya2 mna pun kita dg dia org tetap tk pernah d hargai,tapidg usaha dan doa sy dpt hidup lebih baik dari mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebel bgt sm org yg suka remehin janda. tetap semangat ya mbk, makasi udh berkunjung :)

      Hapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  11. Iyas mbak..ada benarnya yg seperti mbak bilang. Menjadi janda tidaklah mudah. Untuk menghidupi kebutuhan hidup dirinya dan anaknya mereka harus bekerja. Belum lagi menghadapi byk fitnah diluar sana. Bahkan beberapa teman mereka ada yg menghindar. Kalau mereka janda baik, bekerjanyapun halal, ngga macem2 kenapa musti dihindari. AstaghfirullahšŸ˜„šŸ˜„

    BalasHapus
  12. Saya menikah 3th yg lalu dan sekarang sudah bercerai karena suami selingkuh berkali kali saya lebih memilih hidup sendiri dr pada terus2an disakiti.. jdi janda memang tidak mudah banyak sekali pandangan miring dari lingkungan tpi allhamdulullah kedua orang tua dan keluarga besar selalu mendukung dan mengarahkan saya.. allhamdulillah saya lepas dari laki laki yang doyan selingkuh

    BalasHapus

Posting Komentar

Populer

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.