Langsung ke konten utama

Sebenarnya Dia Kenapa Sih?

bunda.co
Sebenarnya dia kenapa sih? itu adalah pertanyaan yang sering muncul di pikiran istri ketika melihat suaminya bersikap tidak seperti biasanya. Contohnya dalam percakapan berikut ini :



"Pa, malam ini kita jadi keluar kan?"
"Kemana Ma?" dengan santainya
"Gimana sih Papa, kan kemarin udah janji mau makan di luar"
"Lain kali aja ya Ma, Papa lagi males nih" seolah tak bersalah
(Percakapan berhenti sampai di situ dengan reaksi manyun dari sang istri).

"Pa, gimana di kantor hari ini?"
"Baik" Sambil lepas sepatu dan baju terus baring, nggak mau diganggu lagi.

"Pa, kayaknya jalannya bukan yang ini deh"
"Iya, nanti sampai pertigaan nembus kok kesana, tenang aja"
"Berenti dulu Pa, tanya dulu tu sama Bapak itu"
"Ngapain, Papa tahu kok, bentar lagi juga nyampe"
(Setelah setengah jam muter-muter ternyata memang tersesat, dan lokasi yang di tuju tidak ditemukan)

"Pa, Gaun Mama gimana? cantik nggak?"
"Cantik" dengan seenaknya.
Lusa pas dipake,
"Ma, kok aneh banget pake baju itu, nggak ada yang lain?
"Bukannya Papa yang kemarin bilang gaun ini cantik?
"Kapan? Ganti lah, Papa nggak suka"
"Kok bisa sih Papa amnesia mendadak?"

"Pa, hari ini temenain Mama belanja ya,"
"Iya,"
(Sampai di mall)
"Ma, Papa tinggal ya, nanti kalau sudah selesai belanja, telpon Papa, nanti Papa jemput" dengan cueknya.
(Istri melongo sambil melihat suaminya pergi dan meninggalkannya sendirian di Mall)
 

Kenapa ya, para suami itu ngeyelnya minta ampun, tinggal berenti sebentar terus nanya ke orang apa susahnya sih? Ditanyai gimana kerjanya, jawabnya dingin, Minta temenin belanja malah ditinggalin, ditagih janjinya jawabnya lupa lah, males lah, bikin gereeeem  dan gemeees kan? Nggak ditanya nanti dibilang nggak perhatiin. Kadang jadi istri itu serba salah ya...

Tapi di balik sikap suami yang aneh itu ternyata ada rahasia dibaliknya lho... mau tau? Ini menurut penelitian Barbara Pease seorang penulis buku 'Why Men Don't Listen and Women Can't Read Road Maps'.

1. Ketika stres lelaki suka menutup diri.

Perempuan pada umumnya suka menyelesaikan masalah dengan berbicara. Sementara lelaki sebaliknya, Lelaki suka bicara dalam bisu dengan dirinya sendiri. Saat lelaki mencoba untuk menggunakan otak kanannya untuk menyelesaikan masalahnya maka sebenarnya dia tidak bisa menggunakan otak kirinya untuk mendengar atau berbicara. Dia merasa sangat terganggu karena susunan otaknya memang begitu. Scan MRI menunjukkan otak lelaki jarang mempunyai serat penghubung antara belahan otak kiri dan yang kanan.

Solusinya : Biarkan suami untuk beberapa waktu sampai dia berhasil menyelesaikan masalahnya sendiri. Di saat dia terbentur dan siap untuk menerima saran atau masukan kita, maka dia akan bicara lagi. Jadi tunggu saja, tak perlu mendesak atau memaksanya.

2. Lelaki takkan mau bertanya meski sudah tersesat.

Lelaki merasa sangat mampu dan percaya diri bahwa dia bisa menyelesaikan masalahnya. Di saat seperti ini biasanya lelaki marah jika kita berusaha memberi masukan atau menawarkan solusi padanya. Menurut kita itu baik tapi baginya itu berarti menganggap dirinya tak mampu dan merendahkan harga dirinya.

Solusinya : Diamkan dan lebih baik tutup mulut saja, jika dia tak meminta saran dari kita ya biarkan saja. Itu sinyal yang membuatnya yakin bahwa kita percaya padanya. Meski nyatanya tidaklah demikian.

3. Lelaki selalu memberi saran tapi tak mau mendengarkan.

Saat kita marah, biasanya kita akan bicara tanpa berhenti, ngomel terus sampai semua uneg-uneg keluar dan di saat kita berhenti sejenak, lelaki akan langsung memberi saran apa yang sebaiknya harus kita lakukan. Padahal kita tak minta pendapatnya. Otak lelaki memang diprogram begitu sehingga dia dapat berfikir logis dengan sendirinya.

Solusinya : Dari pada kita marah balik ke suami lebih baik katakan begini "Mama tahu saran Papa itu sangat bagus, terima kasih untuk itu, tapi kali ini Mama tidak sedang meminta dicarikan solusi, Mama hanya ingin Papa dengarkan saja Mama bicara sampai selesai."

4. Lelaki memang tak suka banyak bicara.

Saat kita bertanya tentang kesehariannya di kantor, tentang penampilan kita, tentang apa saja, biasanya lelaki hanya bicara sepatah dua patah kata untuk meyakinkan kita dan menutup pembicaraan dengan satu kata kunci itu. Misal "Gimana tadi hasil ketemuan sama klien Pa?" "Baik" ya, itu saja dan tak ada kata sambung yang lain.

Solusinya : Ajukan pertanyaan yang membuatnya lebih terbuka Misalnya "Apa inti dari pertemuan klien hari ini Pa? Mau tidak mau dia kan menjawab dengan sedikit lebih terbuka.

5. Lelaki memang tampak tidak perhatian.

Saat kita bicara, lelaki biasanya akan mendengarkan bagai patung, diam seribu bahasa tanpa ekspresi sama sekali, seolah dia tidak peduli, tidak perhatian dan tidak mengerti apa yang kita rasakan. Bahasa tubuh lelaki yang terkesan tak berperasaan itu sebenarnya adalah hasil evolusi. Kurangnya emosi yang terlihat membuat lelaki merasa merasa bisa mengendalikan diri. Padahal dia juga merasakan apa yang kita rasakan. Ya, semacam jaim gitu lah... Pas dia lagi sendiri, bisa jadi dia lebih khawatir dari kita.

Solusinya : Bersikap lebih lembut padanya. Mencoba mengambil hatinya atau membujuknya. Karena wajahnya yang kaku kadang membuat kita frustasi. Lelaki memang lebih sulit untuk membicarakan perasaannya, namun jika kita berusaha lebih sabar maka dia akan mau bicara dan mengungkapkan semua perasaannya pada kita bahkan sampai pada perasaan yang terdalam sekalipun yang tidak kita tahu.

6. Lelaki memang tak suka shopping.

Bagi perempuan, shopping merupakan salah satu cara refreshing atau bersantai menghilangkan kejenuhan, Meski tak ada yang dibeli, jalan santai aja cukup sambil cuci mata dan menghirup udara segar. Ketemu banyak orang. Sama seperti bicara, perempuan kadang tak perlu tujuan khusus untuk merilekskan otak dan pikiran. Bagi lelaki, berjalan-jalan tanpa tujuan selama 20 menit saja sudah sangat membosankan, Karena baginya ini tak masuk akal dan tak ada tujuan juga membuang waktu percuma.

Solusinya : Sebelum mengajak shopping katakan padanya kita mau belanja dimana, apa yang dibeli, berapa lama dan habis itu kemana. Dengan ada tujuan maka suami akan antusias mengantar kita berbelanja.  

Para lelaki lebih jago dalam hal :

  1. Bermain video game. Karena otak perempuan disusun untuk merespon orang dan otak lelaki disusun untuk merespon benda-benda.
  2. Mengemudi di malam hari. Ketajaman mata berburunya lengkap dengan caranya untuk mengenali dan membedakan gerakan-gerakan dari mobil lain di jalan, baik di depan, di samping atau di belakangnya.
  3. Membaca peta. Lelaki mempunyai kemampuan spatial yang lebih tajam dari perempuan.


Jadi jangan ada lagi salah paham ya, selama ini kita menginginkan para suami untuk memahami kita sebagai perempuan, termasuk menjelang PMS atau pasca persalinan. Maka kini saatnya kita memahami bagaimana lelaki itu sebenarnya. Agar komunikasi yang baik terus terjalin demi harmonisnya hubungan suami istri.


puji saputri



Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.