Langsung ke konten utama

Ingin Pernikahanmu Bahagia? Ini 10 Langkahnya...

merdeka.com
Pernikahan yang bahagia ternyata tidak bisa didapat secara instan lho... butuh usaha yang maksimal juga. Kadang suka iri lihat teman yang bahagia bersama pasangannya. Kalau dilihat nyaris tak ada konflik. Kalaupun ada hanya sekelumit masalah yang mampu mereka selesaikan dengan berujung kebahagiaan.

Ternyata ada langkah-langkahnya juga lho... Saya bagi rahasia mereka pada kamu semua. Untuk membantu usahamu demi mendapatkan pernikahan yang bahagia. Ini bukan hanya untuk para istri saja, tapi juga buat para pak suami yang ingin pernikahannya bahagia sampai akhir.


Berikut 10 langkah agar pernikahan bahagia di segala musim.

1. Perhatian yang penuh pada pasangan dan keluarga.

Misal, ketika dia bercerita pada kamu, dengarkanlah secara detail apa yang dikatakannya. Tunjukkan bahwa kamu peduli pada dirinya, pada kesibukannya juga bagaimana perasaannya. Beri perhatian yang penuh padanya. Sehingga dia akan merasa bahwa kamu sangat mempedulikannya dan menyayangi dirinya.

2. Perhatikan hubunganmu dengan pasangan.

Jangan pernah merasa bahwa dengan adanya pertengkaran maka kamu berfikir bahwa pernikahanmu takkan berlangsung lama atau takkan langgeng sampai kakek nenek. Jika kamu merasa sakit hati pada pasanganmu jangan lantas kamu membalas dengan hal yang sama agar sakitmu terbalaskan. Misal ketika dia selingkuh kamu balas selingkuh. Dia begini kamu balas begini. Dia begitu kamu balas begitu. Jika demikian lalu apa bedanya dirimu dengan dirinya. Alangkah baiknya mengalah salah satu saat keadaan memanas dan komunikasikan kembali saat suasana hati sudah sama-sama tenang.

3. Atur kegiatan bersama keluarga.

Lakukanlah kegiatan bersama pasangan atau bersama keluarga yang menyenangkan. Aktivitas apapun yang melibatkan emosi dari kedua keluarga atau khususnya antara kamu berdua dapat mempererat pernikahan jika nanti menghadapi masa-masa yang sulit.

4. Berlaku sopan pada pasangan.

Perbanyaklah menggunakan kata "tolong" dan "terimakasih" kepada pasangan. Karena dua kata itu merupakan kata mujarab yang paling ampuh yang dapat menunjukkan bahwa kamu menghargai dan menghormati pasanganmu. Jadi bersikap sopan santunlah terhadap pasanganmu. Hargai dia sebagaimana kamu ingin dihargai olehnya.

5. Belajarlah dari pengalaman.

Jika selama ini telah lama hidup satu atap bersama pasangan tentu sangat mengetahui luar dalam pasangan. Kamu tahu apa yang membuatnya marah, hal-hal apa yang paling dibencinya agar jangan dilakukan. Atau apa saja yang bisa menyulut api emosinya. Nah jika kamu tahu dia akan marah ketika perutnya lapar, maka jangan pernah mengajaknya bicara saat perutnya masih lapar. Jika dia tak suka saat kamu menyebut nama seseorang maka jangan pernah menyebut nama itu kecuali jika diperlukan.

6. Jangan perhitungan.

Jangan pernah hitung-hitungan pada pasangan, baik materi atau apapun. Karena membanding-bandingkan apa yang kamu lakukan dan apa yang dia lakukan adalah wujud ketidaktulusan hatimu. Dan salah satu bentuk sikap yang tidak bertanggungjawab. Jangan permasalahkan siapa yang melakukan dan sebanyak apa yang dilakukan. Yang penting adalah bagaimana kamu bisa bahagia bersama.

7. Perhatikan pada hal-hal yang kecil.

99% kasus perceraian disebabkan karena membiarkan masalah kecil terlalu lama dan tidak berusaha untuk segera menyelesaikannya. Akhirnya masalah kecil menumpuk menjadi masalah besar. Dan jika terus dibiarkan maka dia akan meledak seperti bom waktu.

Misal dia tidak suka jika pulang kerja tak ada nasi di rice cooker. Atau dia suka menaruh kaos kaki sembarangan. Masalah kecil seperti ini sering dianggap sepele atau remeh oleh pasangan. Padahal justru harus segera dicarikan solusinya. 

Tapi terkadang hal kecil dan sepele juga bisa menciptakan keharmonisan keluarga. Misal menelepon sebentar di sela kesibukanmu sekedar untuk bertanya keadaannya, kabarnya, sedang apa, mengatakan "I love you". Mengucapkan selamat ulang tahun padanya atau memberikan sebatang coklat untuknya. Atau melakukan hal apapun yang disukainya. Percayalah hal yang kecil itu bisa mendatangkan perubahan yang luar biasa besar.

8. Sapa pasangan dengan senyum bahagia.

Senyum itu ibadah jika kamu tersenyum pada sesama. Apalagi jika senyuman itu kamu persembahkan khusus untuk pasanganmu. Meski kamu berada dalam keadaan yang tidak mood, tapi seulas senyum yang tersungging dari bibirmu pada pasangan dapat menjadi investasi yang sangat bermanfaat di kemudian hari. Sapalah pasangan dengan senyuman setiap berpapasan. Sebuah investasi yang tidak sampai satu menit kan?

9. Jangan pernah berkata "Benar kan kata saya"

Ketika kamu sedang berusaha mengingatkan pasanganmu tapi nyatanya pasanganmu masih tetap melakukannya maka tak jarang kamu mengatakan "Benar kan kata saya, kamu sih nggak percaya." Mulai saat ini jangan pernah lagi menggunakan kata itu. Karena kata itu hanya akan membuat pasanganmu merasa bersalah dan terhina dan tentu sangat menyakiti hati dan perasaan pasanganmu.

10. Hargai privasi pasangan.

Sesuatu yang bersifat pribadi adalah kebutuhan dasar setiap manusia. Maka jangan terlalu ingin tahu, jangan terlalu mencampuri apalagi jika kamu melarangnya. Hargai privasi pasanganmu jika privasimu juga ingin dihargai. Berikan dia waktu untuk dirinya sendiri.

Nah, sepertinya tidak terlalu sulit ya,,, bisa kita mulai dari diri sendiri kita dulu... Mudah-mudahan kita semua bahagia dalam pernikahan hingga ke akhirnya. Aamiin...


puji saputri


Komentar

  1. supe sekali, alhamdulillah 10 syudah di lakukan hihihi...

    BalasHapus
  2. makasi... :) semoga bermanfaat dan sungguh luar biasa bisa menerapkannya, semoga tetap rukun dan jadi keluarga yang bahagia sampai kapanpun

    BalasHapus

Posting Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.