Langsung ke konten utama

Miniatur Rumah Dari Kardus Bisa Jadi Kado Spesial Untuk si Kecil Kreasi Bunda Puji




Hai hai hai,,, apa kabar bunda semua? Semoga baik hendaknya ya... Aku lagi seneng banget nih, dan bermaksud berbagi ide dengan bunda semua. 

Ceritanya aku kemarin lagi bingung menghadapi mainan anakku si Gendis yang berserakan di lantai. Barusan diberesin, udah berantakan lagi. Kenapa tidak! Gendis suka sekali main rumah-rumahan, masak-masakan plus dengan boneka-boneka kesukaannya. Nggak cukup dengan mainan dia aja, kain, selendang, sepatu bunda juga ikut keluar dari persembunyiannya.


Ingin melarang, aku jadi mikir kapan lagi dia bereksplorasi dengan imajinasinya. Terinspirasi dari itu semua, akhirnya tercetuslah ide untuk membuatkan rumah-rumahan dari kardus bekas. Kebetulan sisa kardus bekas kertas foto kopi punya eyang masih banyak tersimpan. Dan kebetulan Gendis juga berulang tahun yang ke-3, bulan ini.

Di sini aku mau berbagi cara membuatnya, siapa tau ada yang berminat juga membuatkannya untuk buah hati bunda tercinta. Selain anak-anak suka, mereka juga betah bermain di rumah. Jadi bunda bisa mengawasi mereka bermain sambil bekerja di rumah.






Alat-alat yang diperlukan :
  1. Kardus bekas
  2. Lem fox
  3. Pensil/spidol
  4. Cutter
  5. Gunting
  6. Penggaris
  7. Cat air dan kuas
  8. Karton hitam untuk atap
  9. Beberapa mainan anak seperti kursi, kasur, lemari dll untuk isian rumahnya.
  10. Beberapa tanaman dan rumput dari plastik
  11. Kain flanel

Cara membuatnya :
  1. Sediakan kardus tebal ukuran 1x1m sebagai alasnya. Atau bisa juga menggunakan karton jerami yang tebal. Tapi jika ingin tampak kokoh bisa menggunakan triplek. 
  2. Gambar denah rumah di atas alas kardus tadi dengan pensil. Sesuai dengan ruangan yang akan di buat. Misal 2 kamar tidur, ruang tamu, dapur, ruang nonton, kamar mandi, garasi dan ruang cuci.
  3. Buat dinding pembatas dari kardus, perhatikan tinggi dan lebar rumah termasuk panjang sekat ruangan. Jangan lupa beri jendela dan pintu dan lobangi dengan cutter. Kemudian warnai sesuai selera dengan cat air.
  4. Kemudian lem bagian bawah dinding tersebut dengan alas rumah sesuai denahnya. Usahakan dinding berdiri dengan tegak.
  5. Kemudian buat atapnya. Atapnya dibuat terpisah ya bunda, supaya si kecil gampang memainkannya karena bisa dibuka tutup.
  6. Isi dan susun rumah dengan mainan.
  7. Potong kain flanel sesuai dengan bagian yang akan ditutup. Misal kain hijau untuk rumput, putih untuk lantai dan abu-abu untuk jalan.
  8. Di sepanjang pinggir alas, pasang dinding mengelilingi alas, tingginya disesuaikan dengan tinggi rumah yang juga terbuat dari kardus, rapikan.
  9. Bagian depannya, pasang pagar sesuai keinginan.
  10. Pasang dan lekatkan beberapa tanaman dengan lem. 
  11. Rumah-rumahan siap dimainkan.







Gampang kan cara membuatnya, selamat berkreasi  bunda :)


coretanpupu#

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.