Langsung ke konten utama

Sahabatan Kok Bersaing Sih?

merdeka.com
Siapa diantara kamu yang punya sahabat? Kita semua pasti punya sahabat. Ada sahabat yang dari kecil sampai menikah dan punya anak tetap bersahabat. Ada sahabat yang berakhir ketika masing-masing sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Ada sahabat yang berujung pada percintaan. Dan ada juga sahabat yang selalu ingin bersaing dengan sahabatnya. Dan ada juga sahabat yang menusuk dari belakang, manis di depan tapi busuk di belakang. Seperti kejadian heboh belakangan ini yang lagi viral di medsos.


Bicara soal persahabatan, pasti ada suka dukanya. Segala kejadian buruk atau masalah yang dihadapi dalam hubungan persahabatan itu biasa terjadi. Namanya juga dua orang berbeda yang punya prinsip dan watak yang berbeda pula. Ya wajar berantem ntar juga baikan lagi kok. Asal masing-masing diri masih bisa mengontrol emosi agar hubungan yang bernama "sahabat" tadi tetap berjalan baik seperti biasa.

Dalam persahabatan itu ternyata ada etikanya juga lho... Seorang sahabat itu janganlah saling menjatuhkan atau menjelekkan. Misalnya bersaing untuk mendapatkan pacar. Karena sahabatmu lagi dekat dengan seorang lelaki lalu kamu menjelekkan dia di depan lelaki tadi agar supaya lelaki tadi berpindah ke pelukanmu. Ih... nggak banget deh punya sahabat kayak gitu. Iya kalau si lelaki tadi bisa dengan gampang menerima pengaduanmu, kalau tidak? Hati-hati lho itu bisa jadi boomerang buat dirimu sendiri. Yang ada lelaki tadi malah tambah benci denganmu.

Jangan sampai deh, sesuatu yang yang bersifat sementara itu malah membuat persahabatanmu menjadi renggang. Masak iya bubaran cuma gara-gara cowok. Kan sayang hubungan baik yang sudah terbina dengan begitu lama dan indah jadi bubar? Nggak banget deh!

Atau contoh lain, kamu merasa ingin bersaing dengan sahabatmu lantaran kehidupan sahabatmu lebih baik dari kamu. Bisa gonta ganti merk handphone, bisa kemana-mana naik mobil sendiri, punya pakaian yang keren dan bisa beli apapun yang dia mau. Ya wajarlah kan bapaknya pengusaha yang sukses. Nggak bisa maksain dong kalau kehidupanmu nggak seberuntung sahabatmu itu?

Boleh sih bersaing, tapi bersainglah secara sehat. Misal bersaing untuk mendapatkan prestasi dalam karir, pendidikan, karya ilmiah, atau lain sebagainya. Dan berusahalah untuk bersikap sportif. Berusaha menerima kekuranganmu dan mengakui kelebihan yang dimiliki olehnya. Dan jangan berkecil hati ketika sahabatmu lebih baik darimu.

Manusia itu diciptakan dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Mungkin benar apa yang sahabatmu punya kamu tidak punya. Tapi bisa jadi apa yang kamu punya tidak dimiliki olehnya. Hanya saja dia tidak mengungkapkannya.

Bisa jadi sahabat yang merasa bersaing denganmu itu karena dia melihat tidak ada orang lain yang lebih baik dari kamu. Jadi kamu dianggap seseorang yang ingin ditiru olehnya. Sebagai sahabat ya jangan marah dulu, bila perlu bicarakan baik-baik dengan jujur, bisa jadi dia ingin menjadi sepertimu yang dikelilingi orang-orang keren, dikagumi banyak orang, disenangi karena pintar dll. Dan sahabat yang baik jangan merasa bangga telah membuatnya kalah.  Di situlah kita harus saling menghargai, menghormati, menerima yang terjadi sesuai dengan kemampuan.

Sebenarnya nggak salah juga sih merasa ingin lebih baik, itu manusiawi. Hanya saja dilihat dulu jangan sampai hanya karena hal sepele persahabatan jadi renggang. Kuncinya ya sadar akan batas kita sebagai manusia. Jangan merasa kita manusia paling hebat. Merasa kita yang paling cantik di dunia, yang paling oke, keren, pintar dll. Sadar bahwa masih banyak manusia yang lebih dari kita.

Persahabatan yang baik tidak disertai dengan rasa iri, dengki apalagi bersaing. Berusahalah menerima kelebihan dan kekurangan yang kita miliki dengan saling menghargai, mendukung, melengkapi, jujur, terbuka dan tidak saling menjatuhkan atau menjelekkan. Tanyakan dalam hati apa ini cuma keinginan jelek untuk bersaing dengan sahabat? Jika iya, segera hapus keinginan itu karena itu cuma membuat hubungan persahabatanmu memburuk. Jika kamu merasa persainganmu dengan sahabatmu adalah persaingan sehat tapi masih mengganjal di hati, baiknya kamu bicarakan baik-baik dengan jujur dan terbuka agar lega dan tidak menyimpan rasa dengki.

Bersahabat tapi bersaing? nggak lagi dong...

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.