Langsung ke konten utama

Jika Terpaksa Harus Jauh (LDR)

seruni.id
Kalau di suruh memilih antara punya pasangan yang jauh atau dekat mungkin aku akan memilih punya pasangan yang dekat. Yang selalu ada setiap aku butuhkan. Kemana-mana bersama, makan bersama, ke pantai bersama, tawa canda bersama, pokoknya semua dilakukan bersama-sama. Tapi bagaimana jika keadaan membuatku harus menjalani hubungan jarak jauh? Sanggupkah?.


Awalnya tentu aku merasa berat, bahkan sangat berat untuk kujalani seorang sendiri. Bagaimana tidak, aku harus siap lahir batin untuk ditinggal sendiri dalam waktu yang lama. Belum lagi lelah hati, lelah pikiran ditambah dengan urusan-urusan yang tadinya menjadi tugas berdua mau tak mau menjadi urusanku sendiri.

Tapi itulah cinta, kalau sudah cinta ke seberang lautan pun akan kuseberangi, Di atas gunung pun akan kudaki (cieee... gombal). Tapi ternyata untuk hubungan jarak jauh itu ternyata tidak cukup jika hanya modal cinta saja. Batin harus kuat, karena kalau tidak sanggup akhirnya menyerah di tengah jalan ya selesai sudah. Ada banyak orang yang akhirnya berpisah dengan hubungan jarak jauh atau yang lebih sering di sebut LDR (Long Distance Relationship) Dan tidak sedikit juga yang mampu bertahan dalam hubungan jarak jauh itu.

Sebenarnya punya hubungan jarak jauh tidaklah seekstrem yang dikatakan orang, "Awas lho nanti begini begini kan jauh..." Tapi disitulah letak tantangannya. Kalau kita tau caranya dan bisa mensiasatinya, semua akan berjalan baik-baik saja. Nah apa saja sih kunci sukses hubungan jarak jauh itu?:

  1. Saling Percaya. Kepercayaan adalah kunci yang utama dalam menjalani hubungan jarak jauh. jangan pernah sedikitpun menaruh curiga pada pasangan. Percayalah seratus persen padanya karena kalau kita ragu-ragu atau setengah hati untuk mempercayainya maka kita tidak akan pernah bisa tenang. Kalau kita selalu memikirkan hal negatif maka yang ada kita tentu berprasangka yang buruk padanya. Terimalah keadaan dengan pikiran yang positif maka semua permasalahan akan berjalan dengan positif juga. 
  2. Komunikasi yang baik. Semakin berkembangnya zaman, semakin canggih alat komunikasi yang bisa kita gunakan. Ntah itu email, telepon, atau video call. Di sini kita bisa saling sharring, diskusi, tukar pendapat, atau opini yang dapat membuat kita terhindar dari yang namanya salah paham. Sebisa mungkin bicarakan apa saja yang dapat membuat hubungan semakin akrab dan dekat. Mungkin raga tidak sedang bersamanya tapi hati dan pikiran kita satu. Kata-kata "Selamat tidur sayang...", "Aku kangen kamu sayang" bisa jadi obat rindu pasangan kita.
  3. Setia. Kesetiaan itu juga penting, bahkan sangat penting, tidak hanya untuk hubungan jarak jauh, hubungan jarak dekat pun kalau sudah tidak bisa setia ya kandas juga. Godaan bisa datang dari mana saja. Intinya kalau mau ditanggapi ya bersambutlah gayung tadi, kalau tidak ditanggapi ya tidak akan ada jalan masuk untuk sebuah pengkhianatan atau perselingkuhan.
  4. Perhatian yang cukup. Menanyakan kamu dimana?, lagi apa?, sudah makan apa belum?, jaga kesehatan ya, jangan tidur terlalu malam, awas dompetnya jangan ketinggalan dll. Itu sudah merupakan sebuah wujud perhatian. Meski kita jauh tapi pasangan dapat merasakan bahwa kita ada disisinya yang selalu mengingatkannya dalam segala hal. Perhatian kecil itu menunjukkan bahwa kita peduli dan selalu ada untuknya. Bahkan dia mungkin akan tersenyum ketika dia sadar bahwa dia benar-benar lupa membawa sesuatu yang sudah kita ingatkan.
  5. Cinta dan kasih sayang. Cinta dan kasih sayang itu sudah modal yang utama dalam sebuah hubungan. Dalam cinta tentu ada yang namanya cemburu, dan itu wajar karena kita merasa takut kehilangan. Cemburulah sewajarnya karena itu menandakan pasangan sangat mencintai dan menyayangi. Mungkin akan tak baik jadinya jika tak sedikitpun ada rasa cemburu. Malah mungkin timbul pertanyaan dalam hati "Benar nggak sih dia sayang sama aku?".
  6. Hindari pertengkaran. Jangan bertengkar hanya karena hal sepele. Tunggu sampai waktunya kondusif untuk dibicarakan. Karena kalau kita bicara dalam keadaan emosi semua bisa runyam. Bicarakan baik-baik dengan kepala dingin di saat suasana hati masing-masing sudah baik. Bicara dari hati ke hati dan selalu ingatkan diri bahwa inilah resiko hubungan jarak jauh. Kalau gara-gara hal sepele kita bertengkar maka hubungan yang ada malah tambah rusak.
  7. Sabar. Jika kangen sudah segunung kadang kita ingin segera menelepon atau sekedar ingin tahu keadaannya. Ya jangan marah atau emosi jika di seberang sana terdengar suara bisik-bisik "Sabar ya sayang, aku lagi meeting" Bisa jadi pasangan memang sedang sibuk dan tidak bisa diganggu. Tunggulah dia berada dalam kondisi santai barulah kita bermanja-manja dan bermesra-mesra dengannya.  Dewasalah dalam bersikap, jangan seperti anak kecil yang minta permen atau susu kalau tidak segera dikasih langsung nangis. Sabar itu kunci langgengnya sebuah hubungan jarak jauh.

Masih banyak lagi yang harus dipersiapkan dalam menjalani hubungan jarak jauh. Intinya ya niat dan komitmen untuk tetap setia berada dalam hubungan ini sampai maut memisahkan, apapun keadaannya. Meski tak jarang kita merasa ada kebutuhan pokok yang kadang tak bisa dipenuhi oleh apapun selain kehadiran pasangan dan hanya dia yang bisa memenuhinya.

Itulah hidup yang penuh dengan tantangan dan kita harus menakhlukkannya. Meski terkadang kita sering disindir atau dibully karena punya hubungan jarak jauh. Mulai dari sindiran yang halus sampai sindiran yang kasar. Bahkan sampai ada yang menggoda lantaran mereka tidak yakin dengan hubungan yang sulit ini dan menyangka status kita sudah 'broken'. Padahal kenyataannya kita masih mencoba untuk setia. "Aku masih di sini untuk setia" kata lagunya Ponky.

Jika terpaksa harus jauh dari pasangan, meski tidak gampang tapi jalanilah dengan pikiran positif. Jangan takut punya hubungan jarak jauh, siapa tahu dari hubungan jarak jauh ini semakin memotivasi diri kita untuk semakin memperkokoh rasa sayang, cinta dan rindu. Di samping itu kita juga bisa menata diri dan kehidupan agar lebih mapan untuk ke depannya. Di sana dia juga sedang berjuang untuk masa depan keluarga kita nanti. Bersabarlah agar suatu saat nanti Allah mempertemukan cinta itu dalam sebuah naungan cinta yang indah dan gemerlap penuh romantika cinta yang selama ini berpendar. Aamiin...

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.