Langsung ke konten utama

Roda Itu Berputar, Lalu Apa Yang Disombongkan?

katamami.com
Bicara soal kehidupan, kehidupan itu seperti roda yang terus berputar. Tidak selamanya kita berada di atas, dan tidak selamanya pula kita berada di bawah. Semua ada masanya, semua ada waktunya. Jadi jangan sombong ketika berada di atas, dan jangan sedih ketika berada di bawah. 

Dan bicara soal kesombongan, sombong itu identik dengan sifat yang suka pamer, merendahkan dan merasa lebih segala-galanya. Punya pangkat, punya jabatan, punya ilmu, punya harta dan kemewahan, punya pasangan yang keren, punya anak-anak yang pintar, dan apapun itu sebenarnya itu semua milik siapa? semua milik Allah SWT, dan kita hanya dititipkan sementara waktu. Dan kita harus siap saat Allah mengambilnya kembali. Dan kita tak pernah tahu kapan Allah akan mengambilnya.


Ketahuilah segala apa yang kita miliki di atas dunia ini, semua itu adalah ujian. Ujian tentang bagaimana kita mensyukuri karunia Tuhan. Ujian apakah kita mampu menjaga titipannya dengan baik. Ujian apakah kita mampu bersabar saat tak punya apa-apa.

Jika kita bertemu dengan orang sombong bagaimana? pasti tidak seorangpun yang suka dengan sifat sombong. Mentang-mentang dia punya segalanya lalu menganggap remeh semua orang. Mentang-mentang punya jabatan lalu seenaknya pada yang tak punya jabatan.

Saya ada cerita, beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan seorang laki-laki yang wajahnya sangat familiar di mata saya. Awalnya saya tidak percaya tapi setelah saya kembali bertemu dengannya untuk yang kedua, ketiga dan keempat kalinya baru saya yakin kalau dia adalah atasan saya sewaktu bekerja dulu.

Betapa mirisnya hati saya ketika melihatnya berdiri di sebuah pangkalan ojek dan bercengkrama dengan ojek-ojek yang lain. Pakaiannya berantakan dengan memakai jaket parasut yang sudah lusuh warnanya, rambutnya sudah memutih sebagian, dan tampak amburadul diterpa angin, tampilannya juga lusuh dan semrawut, wajahnya hitam, kusam dan dekil.

Terbayang beberapa tahun yang lalu dia selalu tampil rapi dan berwibawa dengan mobil Innova hitamnya. Kesehariannya hanya berbalut dengan kemewahan dan hura-hura, naik turun mobil, dilayani semua orang, terbayang wajahnya yang klimis dan rambut yang berminyak rapi, terbayang senyum bahagia yang selalu diumbar pada semua karyawannya.

Mungkinkah ini dia? atau saya salah orang? Tidak, ini benar-benar dia, atasan yang tidak pernah percaya pada bawahannya. Atasan yang selalu memperlakukan karyawannya seenak udelnya. Atasan yang tak bisa menghargai karyawan perempuan, termasuk istrinya, atasan yang genit dan melecehkan karyawan perempuannya dengan seenaknya dan atasan yang... ah banyak lagi sekelumit cerita buruk tentangnya.

Apa yang membuatnya bisa berada dipinggir jalan seperti ini? apa dia diceraikan istrinya yang kaya itu? Ntahlah... saya tidak tahu, yang jelas dia sekarang bukan lagi seorang atasan..

Mata kami sempat beradu pandang ketika angkot yang saya tumpangi berhenti persis di depannya. Karena ada penumpang yang turun. Dia memandang saya agak lama, saya menutupi wajah saya dengan saputangan yang kebetulan saya genggam, takut dia akan malu jika melihat saya. Tapi ternyata dia tidak mengenal saya, mungkin dia lupa tapi saya tidak lupa dengan semua yang pernah dilakukannya pada saya.

Saya merenung, ketika kita yang berada di puncak kekuasaan, kesuksesan terkadang kita lupa siapa yang memberinya kekuasaan dan kesuksesan itu, maka tunggu saja saatnya diambil kembali semua yang kita miliki oleh pemilik yang sesungguhnya. Ingatlah bahwa harta, kekuasaan, kesuksesan, jabatan dan kesenangan yang kita miliki, semua itu hanya titipan. Apakah kita mampu menjaga dan mensyukurinya? semoga bisa kita jadikan pelajaran.

Roda itu berputar, lalu apa yang kita sombongkan? Janganlah sombong ketika berada di atas dan janganlah bersedih ketika berada di bawah. Ada kalanya yang di atas akan jatuh dan ada waktunya yang di bawah akan naik ke atas. Tak selamanya kita berada di atas dan tak selamanya juga kita berada di bawah dan terinjak-injak. Jalani dan syukurilah hidup dengan segala yang kita miliki, apapun itu, disaat hati ikhlas dan mensyukuri segalanya maka di situlah Allah memberi kelapangan. Disaat kita sombong dalam kesuksesan disitulah kita merasa rakus, haus, lapar dan tak pernah merasa puas.


puji saputri

Komentar

  1. Makasih ya mak, sdh mengingatkan, :)

    BalasHapus
  2. Sm2 mak, kita saling mngingatkan :)

    BalasHapus
  3. kenapa ga ditegur mba aku kok jd kepo knp dy bisa jd gtu y hehehe namun memang hidup tiada yg menyangka apa yang ditanam akan sll dituai y begitulah y mba kehidupan smg kita sll menanam kebaikan aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe Iya mbak, smoga kita sllu mndpt kbaikan :)

      Hapus
  4. Ini aku baru alami mba, dan memang sedikit banyak membuat aku berubah ke arah yang lebih baik lagi, nice sharing mba :)

    BalasHapus
  5. Sm2 mbak, kita saling berbagi dan mengingatkan kebaikan. Smoga lbh baik baik lg, makasi y mbk :)

    BalasHapus
  6. Iya mba bener. Bahkan terkadang suka ada ujub kesombongan yang trlintas di dalam hati. Betapa kita harus sering istigfar dan memperbaiki diri ya

    BalasHapus
  7. iya mbak, semoga kita bisa terus memperbaiki diri :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.