Langsung ke konten utama

Puasa Saat Hamil? Kenapa Tidak!

tiananana.com
Berpuasa saat hamil? Meskipun islam memberi pengecualian pada ibu hamil dan menyusui agar boleh tidak berpuasa, namun jika kondisi ibu hamil sehat dan mampu untuk berpuasa kenapa tidak?

Banyak ibu hamil yang mengalami mual dan muntah-muntah disertai badan yang lemah sehingga tidak memungkinkan untuk berpuasa. Ada yang muntah terus setiap waktu, ada yang muntah kalau perutnya tak diisi makanan. Ada juga ibu hamil yang tak mengalami muntah sama sekali.



Bicara soal puasa dan ibu hamil. tentu hanya bisa dilakukan oleh ibu hamil yang tak mengalami mual atau muntah. Jika berdasarkan pemeriksaan medis si ibu hamil dinyatakan sehat dan boleh berpuasa maka ibu hamil boleh tetap berpuasa. Tapi tentunya harus memperhatikan hal-hal berikut ini. 

1. Makan makanan dengan menu seimbang. Setiap makan sahur dan berbuka, makanan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang seimbang. 

2. Setiap berbuka, awali dengan makan atau minum yang manis dalam jumlah yang sedikit. Agar tubuh mendapatkan energi dan memberi waktu pada lambung untuk menyesuaikan diri karena telah sekian jam berpuasa.

3. Saat sahur, usahakan makan sahur di akhir waktu. Selain memang dianjurkan Nabi Muhammad SAW, rentang waktu sahur dan berbuka juga lebih pendek.

4. Waktu sahur, makanlah makanan yang mengandung banyak protein karena protein lebih lama dicerna tubuh sehingga lebih lama merasa lapar. 

5. Jangan terlalu banyak makan makanan berlemak karena dapat menyebabkan mual dan hilangnya nafsu makan.

6. Perbanyak makan buah segar dan sayuran diantara waktu berbuka dan sahur. Selain sebagai sumber vitamin dan mineral, serat juga membantu kerja pencernaan.

7. Saat berbuka, jangan terburu-buru dan makan apa saja sepuas hati. Ada baiknya batasi asupan makanan karena jika makan terlalu banyak bisa menyebabkan gangguan lambung dan tubuh. Sebaiknya makan sedikit-sedikit dan bisa diulangi lagi ketika akan tidur.

8. Minumlah air putih 10 gelas sehari karena ibu hamil lebih sering buang air kecil.

9. Meski berpuasa, berat badan ibu hamil harus tetap bertambah. Jadi perlu diperhatikan berat badan selama berpuasa. Jika selama puasa berat badan tidak naik atau bahkan turun maka sebaiknya jangan berpuasa. Apalagi jika itu terjadi di usia kehamilan 6 bulan dimana janin sedang berkembang sangat pesat dan membutuhkan asupan gizi yang cukup banyak dari ibunya.

10. Tetap berolah raga ringan, misal jalan kaki untuk melancarkan peredaran darah. Bisa 10-15 menit sebelum berbuka.

11. Yang pertama dan paling utama adalah memeriksakan diri ke dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa. Jika dokter memutuskan untuk jangan berpuasa maka lakukanlah. Mungkin memang itu yang terbaik bagi ibu dan janinnya.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil yang masih tetap ingin berpuasa. Dan menjadikan malam seperti siang dan siang seperti malam. Makan cemilan yang sehat dan minum yang cukup disaat malam dan berpuasa saat siang. Semoga bermanfaat ya...


puji saputri

Komentar

  1. Semoga puasanya lancar dan sehat selalu ya, kalau saya sekarang lagi menyusui jadi gak puasa dulu heheu tfs mbaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sm2 mbak, ibu hamil dan menyusui dikasi keringanan utk tdk berpuasa, islam itu indah, gk memberatkan umatnya kok :)

      Hapus
  2. 3 anakku semuanya alhamdulillah puasa. Yang pertama kalah 1, yang kedua kalah 7 hari, yg ketiga kalah 5 hari. Tapi saya nggak pernah jalanin tips no 10 tuh.. hahahaha... soalnya yang kedua n ketiga pas 3smtr awal, jd masih mabok2nya, sedangkan yang ke 1 pas 8,5 bulan. lagi gede2nya. jadi bawaannya dah ngap aja.. alasan yg paling utama.. ya emaknya males juga hahaha.. jangan ditiru ^_^

    BalasHapus
  3. hahaha... iya mbak, sebisanya jg udah oke kok :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.