Langsung ke konten utama

Allah Mempertemukanku Dengannya Melalui Facebook

palingseru.com
Sosial media saat ini tidak hanya dapat memberikan kita informasi penting yang kita butuhkan tapi ternyata juga bisa memberikan sesuatu yang lebih penting dari informasi apapun. Apa itu? jodoh! yakin bisa ketemu jodoh melalui dunia maya? Cerita ini mungkin bisa menginspirasi buat kamu yang sedang merajut kasih dengan seseorang melalui dunia maya atau bingung karena belum yakin atau merasa tidak percaya bahwa jodoh bisa datang dari sini. Atau bagi kamu yang sekarang sedang berbahagia karena menemukan jodohnya lewat facebook. Simak cerita berikut ini ya...



Katakanlah namanya Linggar, berusia 35 tahun, seorang janda beranak 3 dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan membantu ibunya berjualan. 

Di sela kesibukannya, Linggar sering aktiv bermain facebook dengan memanfaatkan wifi gratis dari tetangganya. Dalam menjalin pertemanan di facebook, banyak suka duka yang dialaminya. Mulai dari bertemu dengan teman lama, teman masa sekolah, teman kuliah, teman kerja dan teman-teman maya lainnya. Ada yang ngajak berteman, ada yang melecehkan dengan mengirimkan gambar tidak senonoh, ada yang iseng dan habis itu ngilang ntah kemana, ada juga yang ngajak serius.

Yah, biasalah... namanya juga dunia maya yang kehidupannya tentu sangat jauh berbeda dari dunia nyata. Bagaimana tidak, kita berkenalan tapi tak pernah bertatap muka, kenal tapi nggak pernah ketemu, merasa dekat dan nyambung kalau lagi ngobrol di koment atau inbox tapi nggak pernah tahu kesehariannya bagaimana, rupanya seperti apa, kerjanya apa, statusnya apa, iya kan? Banyak kan dari para penghuni dunia maya atau bahkan saya sendiri terkadang memasang foto yang super cantik, ganteng dan keren yang kalau dibandingkan dengan aslinya sungguh memilukan. Ayo ngaku... hehehe.

Apapun itu, itulah dunia maya yang nyatanya memang bukan dunia nyata seperti yang kita lihat sekarang. Lalu bagaimana mungkin dari dunia yang antah berantah itu seseorang bisa menemukan jodohnya?

Dari usianya, Linggar tentu bukanlah seorang perempuan muda, di usianya yang sudah matang itu tentu sangat sulit baginya untuk menemukan kekasih mengingat statusnya yang juga sudah bukan gadis lagi. jangankan di dunia maya, di dunia nyata sekalipun orang pasti akan berfikir 1000 kali untuk menjadi kekasihnya.

Seperti biasa, Linggar membaca beberapa inbox dari beberapa temannya dan salah satunya dari seorang lelaki dari Medan. Lelaki itu mengajaknya berkenalan, ngakunya dia seorang lajang berusia 30 tahun. Fotonya keren dan terlihat seperti lelaki metropolitan. Karena Linggar tidak percaya diri, dia hanya menanggapi sekenanya saja. Dalam hati dia merasa bahwa lelaki ini pasti sama seperti para lelaki yang pernah mengajak berkenalan sebelumnya. Hanya pemberi harapan palsu belaka.

Awalnya Linggar mengaku gadis berusia 25 tahun. Tapi setelah saling bertukar nomor telepon, lelaki itupun meneleponnya. Dan disitulah lelaki tadi mengaku bahwa dia lajang berusia 39 tahun yang bekerja sebagai pegawai pemerintahan. Mau tidak mau Linggarpun mengaku tentang usia dan statusnya. Linggar tidak terlalu berharap karena seperti biasanya, para fans akan menghilang begitu tahu status dan keadaannya.

Lelaki ini tidak keberatan dengan keadaan Linggar, dia masih terus menelepon dan intensitasya juga semakin sering. Linggar masih tetap tidak terlalu berharap. Karena bisa jadi lelaki ini pembohong, siapa tahu dia beristri, siapa tahu dia duda, siapa tahu dia lelaki bermasalah dan siapa tahu juga dia mencari pelarian. Wallahu a'lam...

Dalam hati Linggar berkata bahwa dia tidak akan percaya jika belum bertemu secara langsung dan bertemu keluarganya. Dan  Linggar merasa itu terlalu sulit untuk diwujudkan. Seperti sebelumnya ada yang serius dengannya tapi setelah Linggar memintanya untuk bertemu, dia menghilang di telan dunia maya. Dan mungkin kali ini juga sama.

Beberapa bulan kemudian, setelah sekian lama menjalin hubungan jarak jauh via ponsel. Akhirnya mereka bertemu. Lelaki itu benar-benar datang menemuinya bersama ibunya untuk melamarnya. Namun Linggar sedikit kecewa karena foto yang terpasang di sosial medianya sangat berbanding terbalik dengan aslinya. Meski tidak seperti yang diharapkan, namun karena selama berkomunikasi merasa cocok dan nyambung ditambah lagi setelah bergaul sekian lama lelaki itu ternyata baik dan pengertian. Dan yang lebih penting lagi lelaki itu menerimanya dengan tulus apa adanya. Biarlah jelek yang penting baik hatinya karena rupawan tidak menjamin kebahagiaan. Karena tidak ada manusia yang sempurna.

Singkat cerita, mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia bersama anak-anak mereka.

Masih ada yang sangsi bahwa dunia maya tidak mungkin memberi jodoh seperti dunia nyata? Cerita ini membuktikan bahwa jodoh itu ada di tangan Tuhan. Ntah bagaimana caranya Allah mempertemukan seseorang dengan jodohnya meskipun itu di luar nalar manusia. Itulah rahasia-Nya yang kita tak pernah tahu kapan, apa, siapa dan bagaimana.

Nasehat dari saya, sebelum menjalin hubungan dengan seseorang melalui dunia maya, ada baiknya telusuri dan selidiki dulu diri dan kehidupannya bersama keluarganya. Setelah benar-benar yakin barulah memutuskan pilihan yang terbaik dalam hidup kamu.

Semoga bermanfaat.


coretanpupu

Komentar

  1. Dengar cerita ini aku jd teribgat masku yg kenalan sama cewek dr fb juga trus jd seribg tlp2 an WA an eh waktu ketemu malah masku yg gak suka hbs itu gak pernah hububgan lagi.


    Bener memang ya harus kenal secara nyata dlu latar belakang dllnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, mesti kenal dl latar belakang keluarganya sebelum memutuskan jadian. tp ada jg kok yg awet sampai beranak banyak, hehe. soal jodoh memang udah ada yang ngatur ya mbak. :)

      Hapus

Posting Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.