Langsung ke konten utama

12 Rahasia Agar Perkawinan Bahagia Seumur Hidup

ummi-online.com
Ada pasangan suami istri yang bisa bertahan seumur hidup yang dipisahkan hanya dengan kematian. Dan ada juga pasangan suami istri yang harus berpisah di saat usia pernikahan mereka baru seumur jagung. Ada juga pasangan yang tetap awet sampai tua meski kehidupan pernikahannya selalu diwarnai dengan pertengkaran. Penyebabnya beragam dari mulai hal yang sepele sampai hal-hal yang rumit.

Idealnya setiap pasangan pasti menginginkan pernikahan sekali seumur hidupnya. Memang tidak mudah menyatukan dua kepala dengan banyaknya perbedaan pemikiran untuk menjadi satu kesepakatan. Banyak kita melihat perceraian dan tidak sedikit juga kita melihat pasangan suami istri yang masih harmonis sampai usia senja. Bagaimana bisa?
 
Menurut ahli psikologi Florence Kaslow ada 12 kunci agar pernikahan bahagia seumur hidup :
  1. Percaya. Percaya bahwa pasangan selalu bisa melindungi dan memberi dukungan dalam segala hal.  Selalu bisa diandalkan dalam keadaan apapun.
  2. Kesetiaan. Selalu bersama dalam keadaan apapun dan bagaimanapun, baik dalam suka maupun duka.
  3. Jujur. Tidak membohongi satu sama lain dan terbuka dalam segalanya.
  4. Komitmen. Komitmen yang kuat untuk selalu menjaga pernikahan agar tetap utuh dan langgeng. Jika melihat ada suatu masalah dalam pernikahan, selalu berusaha untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
  5. Kesepakatan. Mungkin awalnya perbedaan selalu membuat pertengkaran dalam pernikahan, tapi seiring berjalan waktu pasangan sama-sama mempunyai sebuah kesepakatan untuk diterapkan bersama setidaknya kesepakatan dalam membesarkan anak-anak.
  6. Seks yang baik. Selalu merasa bahwa pasangannya menarik, paling cantik, mempesona dan menyenangkan.
  7. Senang beraktivitas bersama. Merasa pasangannya adalah sahabat dan teman terbaik sehingga selalu senang menghabiskan waktu bersama bahkan selalu memberi privasi satu sama lain meskipun sedang tidak bersama.
  8. Saling menghormati. Tidak berusaha mendominasi pasangan dan menghargai pasangan sebagai pribadi yang sederajad dan saling menghormati. Memperlakukan pasangan dengan baik sebagaimana kita juga ingin diperlakukan dengan baik.
  9. Bertanggungjawab. Sama-sama mempunyai rasa tanggungjawab, misal jika ada keluarga yang sakit, orang tua yang jompo atau anak dari pernikahan terdahulu, mereka sama-sama merawat dan membesarkan tanpa pilih kasih.
  10. Mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Tidak pernah putus asa dalam menghadapi masalah, berusaha mendudukkan masalah lalu menyusun rencana untuk menyelesaikannya dan membuat keputusan bersama.
  11. Komunikasi. Ini yang paling banyak dialami pasangan suami istri. Komunikasi yang baik adalah dengan mendiskusikannya dengan baik, terbuka, jujur dan tenang. Bukan menegur dengan cara teriak atau membentak jika melihat pasangan melakukan hal yang tidak disukai.
  12. Tenggang rasa. Kompromikan segala sesuatunya bersama. Hargai setiap pendapat dengan penuh tenggang rasa. Karena tidak satu jalan menuju Roma. 

Semoga kita semua menjadi pasangan yang harmonis hingga akhir nanti.


puji saputri

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.