Langsung ke konten utama

Poligami? Pikirkanlah Lagi Beberapa Hal Ini Sebelum Memutuskan Poligami.

muslim.or.id
Zaman sekarang banyak laki-laki yang menginginkan poligami karena beranggapan bahwa tindakan itu tidak bertentangan dengan agama. Tapi banyak juga yang menentang karena ditakutkan tidak bisa berbuat adil kepada kedua istri dan anak-anaknya. Apakah mentang-mentang dibolehkan dan beranggapan itu adalah salah satu sunnah Nabi lalu laki-laki merasa bahwa poligami itu tidaklah salah tanpa memikirkan banyak pertimbangan lainnya.

Buat para lelaki yang sudah berstatus suami coba renungkanlah lagi apa yang membuatmu harus poligami?
Menurut saya ada beberapa alasan kenapa laki-laki ingin poligami di antaranya yaitu :
  1. Kepuasan seks.
  2. Tidak bahagia dalam pernikahan.
  3. Istri tidak lagi menarik.
  4. Tawaran cinta dari kekasih masa lalu.
  5. Ingin dihormati.
  6. Istri tidak memiliki keturunan.
  7. Sakit menahun yang dialami istri.
  8. Adat kebiasaan turun temurun.
  9. Merasa kasihan dan ingin menolong.
  10. Punya uang lebih sehingga bingung mau dikemanakan.
  11. Agama yang membolehkan.
  12. Daripada berzina ya mending nikah saja.
Memang laki-laki punya dorongan seksual yang sangat kuat. Nafsu seksualnya juga hidup sepanjang waktu seumur hidupnya, gampang tergoda untuk menikmati petualangan seks bersama wanita lain dan memiliki fantasi seksual yang luar biasa, bervariasi bahkan menjurus yang aneh-aneh.

Ditambah lagi jika pernikahan tidak bahagia karena istri tidak lagi menarik atau istri tidak bisa memiliki keturunan dan istri menderita sakit kronik yang menahun sehingga laki-laki mengambil alih semua tugas istri dan merasa ada kekosongan ruang didalam jiwanya. Ditambah lagi ada harapan yang dirasa akan bersambut dari kekasih masa lalu dan laki-laki juga punya banyak uang, jangankan menafkahi dua istri, empat sekaligus juga mampu, lalu tunggu apalagi toh agama juga tidak melarang. Ayo ngaku... pasti itu yang ada di benak laki-laki kan?

Tapi jika dalam pernikahan itu sudah dikaruniai seorang anak bahkan beberapa anak. Apalagi alasan laki-laki untuk poligami. Istri juga tidak dalam keadaan tak mampu melayani. Bisa dikatakan istri tidak masuk kategori wanita yang buruk. Istri bisa memberi keturunan, Istri bisa menjalankan kewajibannya dengan baik, bukan tukang selingkuh dan tidak suka keluyuran di luar rumah. Kalau ingin mencari-cari kesalahan maka tidak ada satupun manusia yang sempurna di dunia ini. 

Baiklah, jika laki-laki memang 'ngotot' ingin poligami coba pikirkan lagi anak-anak. Apa yang terjadi pada anak jika orangtuanya poligami. Semua anak pasti ingin tumbuh dan berkembang serta mendapat kasih sayang yang penuh dalam keluarga yang utuh satu ayah dan satu ibu.

Ada beberapa dampak negatif anak jika ayahnya poligami :
  1. Timbul rasa cemburu, sedih, kecewa dan marah.
  2. Mempengarui psikologi dan emosi anak.
  3. Mempengaruhi fisik anak.
  4. Menurunkan prestasi akademiknya.
  5. Hilangnya keceriaan anak.
  6. Anak jadi pembangkang, sulit diatur dan tertutup.
  7. Hubungan ayah dan anak menjadi renggang.
  8. Melukai hati anak karena anak merasa tidak lagi disayang.
  9. Hilangnya rasa kepercayaan dirinya di lingkungan sosial.
  10. Membuat anak berfikir negatif dan apatis terhadap lembaga pernikahan kelak.
  11. Bagi anak perempuan akan timbul kebencian pada laki-laki saat dewasa kelak.
  12. Timbul traumatik yang mendalam pada jiwa anak  terhadap perkawinan pada laki-laki.
Umumnya anak akan melakukan penolakan jika ayahnya melakukan poligami. Karena anak tidak terima jika ayahnya harus membagi kasih sayang antara ibunya dan 'tante baru' itu. Anak tidak ingin jika ibunya dikhianati. Anak juga tidak mau ayahnya berbagi kasih sayang pada saudaranya yang lahir bukan dari satu rahim ibunya.

Poligami memang ibarat makan buah 'simalakama' bagi wanita. Jika wanita merasa keberatan dengan poligami maka dia akan dianggap tidak tunduk dan tidak patuh pada suami, sementara jika dia menyetujui poligami maka dia harus rela dan ikhlas berbagi suami dengan wanita lain. Kenyataannya wanita yang dipoligami cenderung mengalami yang namanya kekerasan daripada kebahagiaan.
Jika memang poligami tidak bisa dihindari maka sebagai orangtua harus memberi pengertian dengan sabar dan baik kepada anak. Berbesar hatilah untuk selalu meminta maaf pada anak yang mungkin akan butuh waktu yang lama sampai anak bisa menerima kenyataan itu semua.

Karena selain dampak negatif, poligami juga bisa memberi dampak yang positif antaranya :
  1. Anak menjadi lebih tegar dalam belajar untuk menghadapi sebuah persoalan.
  2. Memiliki toleransi yang tinggi.
  3. Jika diberikan pengertian dengan baik maka pikiran anak akan lebih bisa menerima hal-hal yang dianggap sulit untuk diterima oleh banyak orang.

Adapun dampak secara umum yang ditimbulkan dari  poligami adalah :
  1. Masing-masing ibu bisa saja membujuk anaknya untuk membenci anak-anak dari ibu yang lain.
  2. Istri bisa saling mempengaruhi agar suaminya hanya menyayangi anaknya saja, bukan anak dari istrinya yang lain.
  3. Kenyataannya banyak suami yang cenderung lebih mencintai anaknya dari seorang istri yang sangat dicintainya daripada anak dari istri yang lain.
  4. Rusaknya rumah tangga karena suami sudah menyimpang dari hakikat dan tujuan pernikahan poligami yang sesungguhnya.
  5. Suami merasa adil dalam memberi nafkah tanpa melihat porsinya yang pas. Kebutuhan istri dengan tiga anak tentu berbeda dengan istri yang punya satu anak. Kebutuhan istri yang anaknya sudah kuliah dan besar-besar tentu sangat jauh berbeda dengan istri yang mempunyai anak yang masih kecil-kecil. Kebanyakan suami membagi rata sama banyak penghasilannya pada setiap istri padahal bukan demikianlah adil yang sebenarnya. 
  6. Istri tua akan merasa ditelantarkan karena suami lebih mementingkan istri muda.
  7. Rentan terhadap penyakit seksual bahkan virus HIV/AIDS karena suami bergonta ganti pasangan.
  8. Kesulitan dalam masalah pembagian ahli waris, apalagi jika pernikahan kedua suami adalah pernikahan siri/ di bawah tangan tanpa tercatat di Kantor Urusan Agama. Bahkan mungkin bisa jadi pertikaian.
  9. Timbul rasa dengki dan iri dari istri pertama kepada istri kedua atau sebaliknya.
  10. Timbulnya tekanan batin bagi istri pertama karena pada umumnya suami lebih menyayangi istri muda.

Poligami bukanlah jalan keluar yang terbaik. Adapun problematika berumah tangga adalah bumbu penyedap dalam pernikahan yang seharusnya bisa menjadikan rumah tangga semakin kokoh dan kuat dengan banyaknya masalah yang ada.

Ingat ya... jadikanlah poligami sebagai pintu darurat yang hanya diperbolehkan bagi laki-laki yang memang sangat membutuhkannya. Dengan memperhatikan syarat yang dapat dipercaya bahwa laki-laki itu benar-benar dapat berbuat adil dan aman dari suatu perbuatan yang melampaui batas.

Karena kalau tidak, bisa-bisa seluruh laki-laki di dunia ini akan memilih berpoligami dengan seenaknya.


puji saputri

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.