Langsung ke konten utama

Menjaga Kebersihan Gigi Anak

seqiempat.com
Siapa yang tidak ingin gigi anaknya bersih dan sehat? Semua bermula dari kebiasaan ibu dan anak. Kebiasaan ibu untuk selalu membiasakan anaknya menjaga dan membersihkan giginya sendiri. Karena kalau tidak dibiasakan maka anak akan malas melakukannya atau menyikat gigi dengan asal-asalan sehingga menyebabkan kerusakan pada giginya. Anak saya yang sudah berumur 10 tahun masih terus saya kontrol giginya. Setiap dia menyikat giginya, saya harus memastikan agar giginya bersih. Jika menurut saya belum bersih maka saya memintanya untuk mengulanginya lagi hingga bersih. Meskipun untuk itu saya harus berdebat mulut dulu dengannya. Ntah karena anaknya yang ngeyel ataukah saya yang nyinyir, hehe...


Berikut beberapa strategi menyikat gigi berdasarkan tahapan usia anak yang direkomendasikan para ahli :

1. Untuk anak yang masih bayi.

Membersihkan gigi anak tidak hanya ketika giginya sudah tumbuh saja lho.. dari mulai bayi juga sudah harus dilakukan perawatan gusinya. Meskipun anak baru minum ASI atau SUFOR, gusi anak sudah harus dibersihkan setiap kali selesai menyusu dengan menggunakan kassa atau waslap lembut yang dibasahi dengan air matang. Tapi hati-hati ya,,, jangan sampai melukai gusinya dan jangan terlalu keras menggosoknya, lakukan perlahan-lahan sampai seluruh permukaan gusinya terseka dengan baik.
Jika gigi anak sudah mulai tumbuh maka gunakan sikat gigi khusus bayi yang bulu sikatnya lembut dan kecil. Gunakan air matang setiap kali anak berkumur dan menggosok giginya atau basahkan sikat gigi dengan air matang sebelum memulai sampai selesai menyikat giginya. Tapi ingat jangan menggunakan pasta gigi berfluoride sebelum anak berumur 2 tahun ya...

2. Untuk anak balita.

Ajak anak menyikat gigi setiap selesai makan dan sebelum tidur. Memang anak akan merasa enggan untuk menggosok giginya. Lakukan strategi dengan menyikat giginya sambil menyanyikan lagu kesukaanya atau menggunakan sikat gigi yang lucu dengan tokoh kartun kesayangannya. Tetap gunakan sikat gigi yang kepalanya kecil. Kemudian suruh anak untuk melakukannya sendiri. Biarkan anak melakukannya semampu yang dia bisa. Berikan juga contoh langsung cara menyikat gigi yang baik.

3. Untuk anak usia sekolah dasar.

Untuk anak usia 5 tahun sudah harus dibiasakan menyikat gigi 2 kali sehari. Karena anak belum terampil menyikat gigi, menggunakan sikat gigi batere lebih baik bagi anak karena ujung sikatnya bisa berputar sendiri, hasilnya juga lebih maksimal.  

Semoga bermanfaat ya...


puji saputri  

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.