Langsung ke konten utama

4 Pertengkaran Yang Menghancurkan Perkawinan

cerpen.co.id
Pertengkaran dalam pernikahan bisa dianggap biasa jika hanya menyangkut masalah sepele dan tidak menyakitkan hati dan fisik. Tapi pertengkaran bisa menghancurkan hubungan perkawinan jika sudah lebih dari itu. Apa sajakah?

1. Pertengkaran karena tekanan seksual.

Seks bisa memicu pertengkaran meskipun kamu bisa berdamai setelahnya. Hal ini terjadi jika sehari-hari kamu memang jarang melakukan hubungan seks, tidak romantis, tidak bergairah, sehingga tidak ada hasrat keinginan satu sama lainnya.  Akibatnya hasrat tertimbun di dalam sampai pada waktu harus dilepaskan secara fisik.

Timbunan hormon yang keluar itu menyebabkan pertengkaran besar. Bisa terjadi mungkin ada rasa jengkel karena harus menunggu waktu yang sangat lama untuk dapat berhubungan intim lagi atau merasa tidak puas dan tertekan dengan pasangan. Hal ini wajar terjadi hampir pada semua hubungan perkawinan yang panjang karena banyaknya stres dari luar.

Namun jika untuk menyalurkan hasrat biologis saja kamu harus bertengkar terus maka pertengkaran ini bisa menyebabkan kehancuran. Hubungan intim jadi tidak sehat karena tekanan dan paksaan. Sebuah hubungan jangka panjang yang romantis dan mesra butuh suasana yang damai, tentram, nyaman dan membahagiakan bukan konflik.

2. Pertengkaran yang tidak mau menerima kebenaran.

Pertengkaran ini membuatmu tidak lagi peka satu sama lain. Tidak ada lagi kedekatan dan kehangatan dan hubungan terasa semakin menjauh. Pertengkaran ini besar dan sering dan menimbulkan rasa sakit yang sangat dalam dan lama sehingga meningkatkan rasa marah dan stres.

Sebenarnya pertengkaran ini adalah wujud pengingkaran kebenaran dari diri sendiri. Kamu dan pasanganmu sama-sama tidak mau menerima kebenaran sehingga rasa cintapun mati. Kemarahan terus mendorong lebih keras dan semakin keras sehingga pertengkaran tak lagi ada pengingkaran. Perselisihan semakin menjadi, kemarahan yang memuncak menciptakan sebuah energi yang melontarkanmu ke sebuah lintasan penyangkalan yang terakhir menuju sebuah kebenaran. Kebenaran akan kenyataan yang tak lagi menemukan tujuan yang akan dicapai dalam perkawinan itu.

3. Pertengkaran tanpa solusi.

Pertengkaran ini terjadi karena saling melempar kesalahan. Pertengkaran ini memposisikanmu dan pasanganmu sama-sama sebagai penyerang. tidak ada yang mengalah. Pertengkaran bisa muncul hanya karena masalah sepele, kecil dan tidak bermakna. Pertengkaran ini semakin tinggi dan menyakitkan. Tak ada solusi karena yang ada hanya kemarahan. Bahkan ketika pertengkaran berakhirpun kamu tak merasa bahwa masalah sudah selesai.

4. Pertengkaran kamu mengakhirinya.

Pertengkaran ini terjadi saat salah satu tidak mau bertanggungjawab terhadap berakhirnya sebuah hubungan perkawinan. Dalam pertengkaran ini salah satu mendesak yang lainnya hingga sampai ke titik 'runtuh'. Orang yang mendesak akan adanya pertengkaran adalah orang yang memaksa pasangannya untuk mengakhiri hubungannya.

Jika sudah sampai pada kondisi begini maka sama seperti mencabut mesin penyambung nyawa pada seseorang yang secara medis dinyatakan sudah meninggal. Jika kamu sama sekali tak pernah lagi berhubungan intim, maka penderitaan selesai. Kelar hidupmu! 

Semua pertengkaran ini sesungguhnya membantumu untuk keluar dari penyangkalan dan masuk ke dalam kebenaran. Yang pada akhirnya akan membebaskanmu untuk menemukan cinta yang baru. 



puji saputri   

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.