Langsung ke konten utama

6 Kesalahan Perempuan Dalam Mencari Pasangan Hidup

forums.merdeka.com
Banyaknya perbandingan antara perempuan dan laki-laki saat ini, dimana perempuan lebih banyak dari laki-laki, tak jarang membuat perempuan melakukan kesalahan dalam mencari pasangan hidupnya. Apakah kamu salah satunya?

Berikut 6 kesalahan yang sering dilakukan perempuan dalam mencari pasangan hidupnya :

1. Perempuan terlalu cepat jatuh cinta.

Seharusnya cintai dan sayangi diri sendiri dulu sebelum menyayangi orang lain. Atau jika kamu pernah gagal menjalin sebuah hubungan sebelumnya, ada baiknya sembuhkan
dulu luka hati dan luka masa lalu itu sebelum memasuki atau menerima hubungan yang baru. Jangan terburu-buru memutuskan untuk mencintainya atau menganggapnya laki-laki baik yang akan mengobati luka hatimu sampai sembuh. Ingat! jika ternyata luka yang tadinya hampir sembuh justru semakin menganga lagi karena cinta baru yang menyakitkan itu, maka kamu akan menderita lebih sakit lagi.

2. Terlalu memaksakan diri.

Jangan lanjutkan sebuah hubungan jika ada salah satu anggota keluarganya tidak menyukaimu/membencimu. Bisa jadi orangtua, kakak atau adik. Atau sebaliknya keluargamu benci salah satu anggota keluarganya. Jangan terlalu memaksakan diri untuk melanjutkan hubungan yang tidak baik ini karena nantinya kamu sendiri yang akan menerima konsekuensinya.

3. Menikah hanya karena agar menikah saja.

Meskipun sebenarnya kamu tahu dia bukan tipe laki-laki yang kamu harapkan tapi karena saat ini kamu hanya mempunyai hubungan dengan dia, dan usiamu juga sudah matang untuk menikah. Terlebih lagi lingkungan sekitar mulai memandang sebelah mata karena statusmu yang masih lajang di usia yang tidak lagi muda. Lalu kamu menerimanya hanya karena agar kamu menikah dan sudah punya pendamping. Coba pikirkanlah lagi... apa hidupmu bahagia jika pernikahanmu hanya diwarnai pertengkaran dan kesalah-pahaman karena kamu tahu dia bukan laki-laki yang mengerti kamu dan bukan laki-laki yang kamu impikan? Sementara kamu sudah mengetahuinya dari awal. 

4.  Keterikatan sebelum berkembang.

Banyak perempuan aktif yang merasa terkekang setelah menikah. Kebiasaan belanja, pergi semaunya, kumpul bareng teman-teman dan bersenang-senang melakukan apapun yang kamu mau. Yang tadinya bisa kamu lakukan kapan saja, dimana saja dengan siapa saja kini harus dibatasi karena kamu sudah punya tanggungjawab yang utama sebagai seorang istri. Ada baiknya kamu belajar banyak tentang diri sendiri dan pengalaman hidup baik pahit atau manis dengan membiarkan hidupmu tumbuh menjadi seorang perempuan dewasa yang sesungguhnya. Perlu waktu untuk kamu berkembang dengan baik sebelum memutuskan terikat dalam sebuah perkawinan.

5.  Menikah hanya untuk rasa aman.

Menikah hanya agar kamu merasa aman karena hidupmu sudah ada yang menanggung dan mencukupi adalah sebuah keputusan yang kurang baik. Karena jika harapanmu ternyata tidak sesuai dengan apa yang kamu temui dalam pernikahan maka kamu akan terluka. Ada baiknya sebelum kamu memutuskan untuk mengikatkan dirimu pada seseorang maka biayai dirimu sendiri, raih cita-citamu setinggi mungkin dengan menjadi perempuan yang mandiri agar kamu nanti tidak kecewa dan putus asa.

6. Terpaksa menikah.

Bisa jadi karena perjodohan atau perempuan sudah hamil sebelum menikah. Karena mental yang masih labil dan tidak siap harus berhadapan dengan kenyataan hidup yang sangat keras. Menikah dipilih sebagai satu-satunya jalan keluar agar perempuan tidak terjebak dalam pergaulan yang tidak sehat atau untuk menutupi malu dan agar anak yang dilahirkan punya kekuatan hukum yang sah.

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menikah, selami dulu jiwanya dengan baik, bagaimana karakternya, temperamentnya, kesolehannya, masa depannya juga kepeduliannya padamu. Jadi sebelum menyesal, jangan buru-buru ya,,, jodoh takkan kemana, dan perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik juga. Jika kamu merasa dia bukan yang terbaik untukmu maka akan ada laki-laki baik menantimu. Jika kamu merasa dia terlalu baik untukmu maka tingkatkan kualitas dirimu agar kamupun pantas untuk mendapat laki-laki yang baik itu.
 
Lalu ketika sebuah pernikahan harus dan telah terjadi namun tidak sesuai dengan yang diinginkan, kebanyakan perempuan memilih 'bertahan' dalam hubungan pernikahan yang buruk. Dan alasan yang paling penting dan utama bagi perempuan untuk tetap bertahan adalah rasa takut.

Takut jika memilih mengakhiri hubungan tidak ada yang menjamin hidup, takut tidak ada lagi-laki-laki yang mendekati, takut masa depan anak-anak akan hancur, takut menghadapi anggapan miring lingkungan yang memandang rendah status janda dan sebagainya.

Namun jika kamu bersabar menjalaninya dengan diiringi keikhlasan dan tetap taat kepada Tuhanmu maka kamu akan mendapat balasan yang luar biasa di akhirat kelak, yaitu syurga. InshaaAllah...

Semoga bermanfaat...


puji saputri


Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.