Langsung ke konten utama

Anakku, Hanya Ini Warisanku

doamustajab.com
Anakku...
Janganlah kau berbohong saat aku bertanya "Apakah kau sudah sholat?"
Janganlah kau membantahku saat aku menyuruhmu untuk sholat di awal waktu
Jangan kau tutup pintu saat aku ingin memastikan wudhumu sempurna
Jangan kau pura-pura tuli saat aku memintamu agar sholat dengan khusyuk dan tidak tergesa-gesa
Jangan kau marah saat aku berusaha mengingatkan jam mengajimu
Jangan kau keberatan saat aku memintamu berlatih puasa
Jangan kau lari dan bersembunyi ketika aku ingin mendengar hafalan ayat-ayatmu
Jangan kau tutup kupingmu saat aku menegurmu yang sedang tidak sopan pada orang tua
Jangan kau berkata tidak adil padaku saat aku memperhatikan adikmu
Dulupun saat kamu kecil aku juga memperlakukanmu sama dengan adikmu sekarang
Jangan kau melawanku saat aku berusaha menasehati dan mendidikmu menjadi anak yang soleh


Anakku...
Mungkin engkau masih bingung dan heran dengan semua kedisiplinan yang membebanimu ini
Kau pasti bertanya-tanya untuk apa sholat? puasa? mengaji? dan segala aturan itu
Suatu hari nanti kau akan menyadari, memahami makna dari semua kecerewetanku ini

Anakku...
Maafkan aku yang selalu mengganggu waktu bermainmu, merenggut keasyikanmu waktu mengerjakan hobimu, mengusik waktu belajarmu
Maafkan aku yang menyuruhmu untuk mendahulukan kewajiban akhiratmu daripada duniamu

Tahukah anakku...
Kita hidup di dunia ini hanya sementara
Kita tak pernah tahu kapan kita akan pergi meninggalkan dunia ini
Bisa lima menit lagi, nanti malam, besok atau lusa
Kita tak pernah tahu sayang...

Tahukah kau anakku sayang...
Sholat, puasa dan bacaan Al-quran itulah yang menjadi modal kita nanti di sana
Aku sangat takut jika sampai di sana aku ditanya tentang tanggungjawabku
Aku takut jika nanti aku dianggap tak pernah mendidik, menasehati dan mengajarimu
Aku sangat takut menerima konsekwensi dari kelalaianku
Karena nanti kita semua akan dimintai pertanggungjawabannya masing-masing

Maafkan aku yang tidak bisa memberi kesempurnaan hidup untukmu
Maafkan aku yang tidak bisa beri kasih sayang yang utuh padamu
Maafkan aku yang tidak bisa membahagiakanmu dengan harta
Maafkan aku yang tak bisa membelikanmu mainan mahal
Maafkan aku yang tidak bisa menuruti semua keinginanmu
Maafkan aku yang terpaksa menyeretmu untuk menerima pahit getir kehidupan ini

Aku tak bangga kau jadi juara kelas
Aku tak bangga kau jadi juara lomba menggambar
Aku tak bangga kau jadi idola dan bintang dalam menyanyi
Aku tak bangga kau jadi juara sempoa
Aku tak bangga kau jadi juara matematika, sains IPA
Aku tak bangga kau berhasil menjadi arsitek, pilot dan pesiden seperti yang kau cita-citakan

Aku bangga jika kau menjadi anak yang soleh dan bertaqwa
Aku bangga jika akhlak dan prilakumu bisa seperti akhlak Nabi kita Muhammad SAW
Aku bangga jika kau menjadi anak yang patuh dan taat pada orangtua
Aku bangga jika kau bisa menjadi hafidz  meski aku sendiri bukan hafidzah
Aku bangga jika kau tumbuh menjadi anak yang penderma
Aku bangga jika kau menjadi anak yang tahu balas budi dan terima kasih
Aku bangga jika kau menjadi anak yang punya hati nurani dan belas kasih

Mau jadi apapun kau nanti nak,
Tak ada gunanya jika kau tidak sholat, puasa dan tak pandai mengaji
Maka dari itulah mulutku selalu nyinyir untuk mengingatkan semua itu

Maafkan aku sayang...
Kita sudah berada di akhir zaman
Kehidupan nanti akan berbeda dengan kehidupan yang sekarang
Bisa jadi nanti hidup menjadi sangat menakutkan dan mencekam
Dimana fitnah sudah merajalela
Dimana maksiat sudah jadi pemandangan biasa
Dimana kebenaran jadi salah dan kesalahan jadi benar
Dimana kejahatan sudah bertebaran dimana-mana
Dimana kebenaran sudah tak lagi dianggap benar
Dimana iman dan taqwamu dipertaruhkan
Ingatlah selalu pesanku nak
Jangan kau gadaikan akidah mu

Anak-anakku...
Dimanapun kau berada
Semoga Allah selalu melindungi dan menjagamu dari segala marabahaya
Menjauhkan kalian dari fitnah dan kemaksiatan
Semoga kalian menjadi anak-anak yang soleh dan solehah di dunia dan di akhirat
Sukses di dunia maupun di akhirat
Aamiin...

Untuk semua anak-anakku
Hanya islam yang bisa kuwariskan padamu


puji saputri

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.