Langsung ke konten utama

Jangan Menyerah, Dorong Terus!


ayousaha.co.id
Alkisah ada seorang ibu yang mempunyai seorang anak laki-laki yang baik, jujur, penurut dan patuh. Namun sang anak sepertinya terlalu lemah, gampang sekali putus asa dan mudah menyerah. Maka suatu hari sang ibu memanggilnya.

"Nak, bolehkah ibu memberimu sebuah tugas?"

"Tugas apa itu ibu?"

"Tolong kamu (PUSH)/dorong batu besar itu dengan sekuat tenagamu" kata sang ibu sambil menunjuk sebuah batu besar di depan rumahnya yang ukurannya hampir sebesar truk.

Tanpa bertanya untuk apa mendorong batu itu sang anakpun mulai bekerja. Sejak hari itu sang anak selalu mengerjakan tugas dari ibunya. Dimulai ketika terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Dia terus mendorong batu itu dengan sekuat tenaganya..

Pekerjaan itu dilakukannya bertahun-tahun lamanya sampai pada suatu hari sang anak mulai merasa lelah, hatinya mulai goyah dan badannya juga terasa pegal semua serta tenaganya juga sudah terkuras habis sehingga dia mulai merasa putus asa.

Ditambah lagi tadi ada seorang temannya mentertawakan pekerjaannya dan mengatakan "Apa yang kamu lakukan? kamu sudah mendorong batu itu selama bertahun-tahun tapi sampai sekarang tidak bergeser sedikitpun, apa kamu bodoh sehingga mau saja dibodohi untuk melakukan pekerjaan yang sia-sia?"

Ucapan temannya itu membuat pikiran sang anak semakin gundah. Dia merasa apa yang dikatakan temannya itu ada benarnya karena pekerjaan mendorong batu itu hanyalah pekerjaan yang sia-sia saja dan mustahil. Buktinya batu itu tidak bergeser satu milipun meski didorong dengan sekuat tenaga. 

Dalam hati dia berkata "Buat apa aku membuang-buang waktu dan tenagaku dengan pekerjaan yang mustahil ini, lebih baik aku menghemat tenagaku dari pada aku harus menguras habis tenagaku. Toh didorong dengan sekuat tenaga atau tidak bertenagapun batu itu tetap takkan bergeser"

Sebelum sang anak itu melakukannya, dia ingin menemui ibunya terlebih dahulu.
"Bu, saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk mendorong batu itu selama bertahun-tahun. Pekerjaan ini telah menguras habis tenaga saya, Tapi sampai sekarang batu itu tidak bergeser sedikitpun. Sekarang saya sudah letih dan tak bertenaga lagi. Apa saya telah melakukan kesalahan? kenapa saya gagal?"

Sang ibupun memandang wajah anaknya yang tampak letih itu, mendengarkan pengaduan anaknya dan tersenyum sambil mengusap-ngusap bahunya dengan penuh kasih sayang.

"Anakku, kamu terlalu jujur nak, ibu hanya memintamu untuk mengerjakan tugas itu dan kamupun menerimanya dengan senang hati. Ibu hanya menyuruhmu untuk mendorong batu itu dengan sekuat tenaga, Tugasmu hanya mendorong (PUSH), Ibu sama sekali tidak pernah memintamu untuk menggeser atau memindahkan batu itu"

Anaknya tercengang, Ibunya melanjutkan lagi ucapannya. 
"Sekarang kamu datang kepada ibu sambil mengeluh karena tenagamu sudah terkuras habis. Kamu pasti berfikir bahwa kamu telah gagal? Apa benar begitu? Tidak anakku, kamu salah, lihat dirimu sekarang, lenganmu sudah kekar dan berotot, punggungmu kuat, tanganmu telah tebal karena tekanan itu, kakimu juga juga sudah membesar dan keras. Kerja keras dan kegigihanmu selama ini telah membuat tubuhmu kuat. Kemampuanmu yang sekarang telah melebihi kemampuanmu yang dulu. Dengan ketangguhanmu yang sekarang kamu akan mampu mengerjakan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Kini kamu mengeluh, merasa telah gagal karena tidak mampu menggeser batu itu. Kamu anak yang patuh atas perintah ibu dan kamupun mengerjakannya dengan penuh percaya diri dan yakin akan perintah ibu. Sekarang tugasmu sudah selesai nak, Soal batu itu, biarlah Tuhan yang akan menggesernya dengan segala Kuasanya."

Kata orang bijak, semua masalah dalam hidup ini pasti ada jalan keluarnya. Tak ada pengorbanan atau perjuangan yang berakhir dengan sia-sia, jika kita percaya, yakin dan tabah menjalaninya, kesulitan yang menimpa kita justru akan membuat kita menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Apapun cobaan hidup/masalahmu PUSH terus. Jika ada sesuatu yang membuatmu putus asa dan menyerah PUSH terus. Jika orang-orang disekelilingmu tidak menghargaimu PUSH terus. Jika kamu diuji dengan kemiskinan dan terlilit hutang PUSH terus. Jika orang-orang terdekatmu menzolimimu, menyakitimu, berbuat tidak adil padamu, tidak mengerti dan tidak memahamimu maka PUSH terus. Jika kamu telah bangkrut dan gagal PUSH terus. Jika kamu terjatuh dan tersungkur PUSH terus. 

PUSH : Pray Until Something Happens

Kalau kita sudah berusaha sekuat tenaga tapi belum juga menemukan hasil/jalan keluarnya, maka serahkan segalanya kepada Allah, karena Allah lah yang mampu untuk menyelesaikannya. 


puji saputri  

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.