Langsung ke konten utama

10 Alasan Harus Mempertahankan Hubungan Atau Mengakhirinya

sendalswallow.files.wordpress.com
Anda Bingung? Ingin Lanjut Atau Putus?

Anda bingung harus meneruskan atau memutuskan hubungan? jika ya, anda tidak sendiri karena hampir semua perempuan mengalami hal yang sama. Ini adalah keputusan yang terpenting dalam hidup anda. Segera tentukan sekarang juga.

Berikut ada 10 alasan kenapa anda harus mempertahankan hubungan dan ada 10 alasan juga anda harus memutuskan hubungan.
Semua ini saya rangkum untuk anda agar anda tidak galau lagi. hehe  

Terlebih dahulu saya akan membahas tentang 10 alasan anda harus mempertahankan hubungan :
1. Dia sering memeluk anda dari belakang.
2. Dia tulus merawat anda ketika anda sakit.
3. Dia merasa senang dan nyaman saat mendekap atau memeluk anda.
4. Dia tulus mengatakan bahwa anda cantik meskipun tanpa make-up.
5. Dia punya pekerjaan, atau paling tidak dia sedang gigih mencari pekerjaan.
6. Dia mendukung anda dan dia tidak meremehkan pekerjaan anda, apapun itu.
7. Dia mau mendengar dan segera mengurangi kecepatan mobil atau motor jika anda memintanya.
8. Dia pemikir yang cerdas dan punya keyakinan yang kuat tentang sesuatu.
9. Dia serius mendengarkan anda mengatakan sesuatu dan tidak membuat anda mengatakannya sampai dua kali.
10. Anda nyaman bersamanya dan merasa dia adalah orang yang tepat untuk menjadi imam anda. Jika untuk hal kecil dan sepele dia mampu memberikannya pada anda, apalagi untuk sesuatu yang besar. Intinya dia adalah orang yang paling mengerti anda dan dia takkan pernah berusaha untuk menyakiti hati anda.

Itulah 10 alasan anda harus mempertahankan hubungan anda. Jika pasangan anda memiliki beberapa ciri-ciri di atas maka pertahankanlah hubungan anda. 

Berikut 10 alasan anda harus memutuskan hubungan :
1. Dia tidak betah di rumah bahkan tidak puas jika menghabiskan waktu bersama anda hanya di rumah saja.
2. Dia diskriminatif terhadap perempuan, suka mempermalukan seorang perempuan di depan umum.
3. Dia selalu mengubah topik pembicaraan saat anda bicara serius tentang pernikahan.
4. Dia tidak ingat hari ulang tahun anda, hari pernikahan atau hari penting lainnya.
5. Dia suka mencela penampilan anda.
6. Dia cuek dan berpaling saat anda memberitahunya bahwa anda hamil.
7. Dia tidak menyukai hobi atau koleksi anda.
8. Dia selalu ingkar janji dan tidak bisa diandalkan.
9. Dia tidak mandiri dan terlalu bergantung dengan keluarganya.
10. Anda yakin dia bukan orang yang tepat untuk anda, jika demikian berpikirlah maju ke depan dan yakinlah masih ada yang lebih baik darinya jika anda melepaskannya.

Nah sudah jelas kan? jika pasangan anda memiliki beberapa ciri-ciri di atas maka putuskan hubungan anda dan yakinlah masih ada yang lebih baik dari dia. Bukankah laki-laki yang baik untuk wanita yang baik dan laki-laki yang buruk untuk wanita yang buruk pula.

Sekarang semua terserah anda, mau lanjut atau putus? Hanya hati anda yang mampu menjawabnya.   


puji saputri  

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.