Langsung ke konten utama

Banggakah Menjadi Ibu?

emakpintar.asia
Ibu.
Apa arti ibu?
Ibu yang mengandung dan melahirkan.
Ibu yang merawat dan menyusui siang dan malam tanpa kenal lelah.
Ibu yang selalu menjaga keluarga dari bahaya dan senantiasa berkorban demi buah hatinya.
Ibu yang mendidik seorang anak menjadi soleh, sukses dan mandiri.

Adakah predikat yang lebih baik dari ibu?

Semua pekerjaan di dunia ini ada pada seorang ibu.
Mulai dari perawat yang musti menjaga, merawat anak-anak  ketika sakit.
Sangat bahagia jika melihat anak-anaknya sehat dan cukup gizi dan untuk itu dia melarang keras untuk makan yang instan atau jajan sembarangan. Dia lebih puas jika membekali anak-anaknya makanan yang dibuat oleh tangannya sendiri. Karena dia tidak ingin anaknya sakit. 

Cheff dan ahli gizi yang selalu bisa mempersembahkan makanan dan minuman terbaik untuk keluarganya. Ya, walaupun hanya sayur bening lagi,  telor dadar lagi, tempe goreng lagi. Tapi saat anak menyantap dan mengatakan bahwa masakan ibu paling enak sedunia, di situlah kepuasan seorang ibu yang membuatnya terus bereksperimen mengeksekusi dapur.

Designer yang selalu mempersiapkan pakaian terbaik untuk keluarganya. Dia bangga jika melihat keluarganya tampil rapi, bersih dan berwibawa.

Tekhnisi yang mampu memperbaiki kran yang bocor, atau kipas angin yang tiba-tiba mati. memperbaiki sepeda si kakak, dan lainnya.

Akuntan terbaik karena harus mengelola keuangan dengan baik, cukup tak cukup harus cukup untuk menyambung hidup selama sebulan. Membayar tagihan air, listrik. Uang sekolah, uang bensin si ayah dan segala tetek bengek lainnya.

Mampu melakukan banyak pekerjaan sekaligus dalam waktu berbarengan. 
Misal, pagi-pagi bangun tidur, siapin sarapan, masak nasi, nyambi nggoreng ikan, blender cabe, nggiling pakaian ke mesin cuci, terus musti mandiin si kakak dan kasi sarapan telor dadar karena ikan belum matang di sambi nyapu rumah. Belum lagi si dedek bangun dan minta dibikinin susu. mesin cuci berhenti muter dan ganti masukin pakaian ronde kedua, Diburu bilas dan keringkan sampai habis deh tu pakaian kotor yang tingginya ngalahin gunung. Sambil terus siapin masak ikan dan bikin sayur. Ditambah lagi musti ngecek PR si kakak dan siapin perlengkapan sekolahnya. Macam wonder women yang punya tangan banyak aja kan? itupun masih juga bisa update status di sosial media, hehe... uniknya si ibu mengerjakan itu semua nyaris sempurna meskipun ada juga ikan yang gosong. hehe

Hebat kan ibu?     

Siangnya antarin si kakak sekolah, pulang nidurin si dedek, ibu bukannya malah ikut tidur, lanjut nyetrika pakaian yang sudah kering. Selesai nyetrika si dedek bangun, mandiin, kasih susu. Jemput si kakak pulang sekolah, urusin kakak lagi, Habis si kakak baru bisa mandi itupun paling lama hanya lima menit karena nggak bisa ninggalin si dedek terlalu lama karena takut nanti dia jatuh atau manjat kursi, bahkan tak jarang naruh si dedek di dalam mesin cuci sambil terus diliatin sementara ibu lagi mandi. Baru mau makan dua suap si dedek minta cebok. lanjut nemenin si kakak bikin PR dan nemenin main si dedek. Ibu itu luar biasa ya, mampu menjadi apapun yang dibutuhkan si anak.

Tak jarang ibu teriak hingga terdengar sampai tetangga lantaran si kakak jahilin si dedek. meski mereka tak pernah ngeluh dengar suara ibu yang nyaring memekakkan telinga. Beresin sudut sini, berantakan lagi sudut sana, mainan baru saja di masukin ke keranjang, di tinggal lima menit untuk beresin lemari, balik-balik mainan udah berserakan lagi di lantai.  

Setiap kali sholat, si dedek tarik-tarik mukena ibu sampai miring-miring dan saat sujud si dedek naik ke punggung ibu dan ibu terpaksa sujud agak lama sambil nunggu si dedek turun, udah turun gantian ibu duduk antara dua sujud dan si dedek ikut duduk di dalam mukena ibu. waktu lanjut sujud kedua si dedek udah duluan jengking di depan ibu. Tapi uniknya si akhir sholat si dedek ikut menengadahkan tangan sambil mulutnya komat kamit seperti membaca doa. Hati ibu tersentuh saat si dedek cium tangan ibu dan ikut melipat sajadah. luar biasa ya...

Waktu harus segera ke belakang karena udah kebelet, terpaksa ninggalin si adek di karpet sambil di bujuk sama mainan. Tau-tau, baru aja nongkrong pintu udah digedor-gedor manggil-manggil ibu sambil nangis kejer. Tak jarang hajad di tahan atau si dedek di bawa masuk ke dalam dan ibu jadi tontonan. Lucunya si dedek ngintip sampai miring-miring. hahaha...

Giliran si ayah pulang, siapin makan malam ayah, kadang minta direbuskan air panas buat mandi. Sambil baring nonton tv si ayah minta dipijit. Saat semua sudah tertidur. ibu lanjut mencuci piring bekas makan malam. Dan membereskan mainan yang berserakan. Waktunya istirahat giliran si ayah minta dilayani.

Waktu yang sehari 24 jam terasa kurang, pingin tambah satu jam saja tapi rasanya tak mungkin. 
Namun bila ibu sakit, nggak usah lama-lama, sehariii saja, semua jadi berantakan, anak sekolah tak terurus, si dedek tak mandi seharian, rumah kayak kapal pecah. sepertinya ibu memang nggak boleh sakit ya? giliran ibu laper minta sup anget yang di suguhin sup asin dengan kentang dan wortel yang masih mentah. 

Banggakah menjadi seorang ibu?

Kita harus bangga, karena meski capek menjalani pekerjaan seorang ibu yang seabrek-abrek dan tidak pernah ada habisnya. Ntah sudah berapa banyak kotoran anak yang masuk ke mulut kita karena harus menceboki anak saat kita lagi makan. Berapa jam kita kurang tidur saat begadang menunggui anak yang demam dan menjaga agar kompres anak tetap hangat. Melihat anak yang terbaring lemah ingin rasanya mengambil semua rasa sakit itu "Biarlah ibu saja yang sakit, jangan kamu sayang" karena kita rindu tawa riang mereka. Tapi inilah fase kita sebagai perempuan yang harus kita lalui. Dan suatu hari nanti kita pasti akan merindukan masa-masa rempong ini lagi. Kita rindu bau bayi, kita rindu pelukan hangat anak kecil dan tingkah usil serta manja mereka. Maka nikmatilah serunya menjadi ibu.

Jika kita melakukan semua pekerjaan  itu dengan ikhlas, sabar, sholat lima waktu, puasa, menjaga diri, taat dan patuh pada suami. di akhirat nanti kita akan mendapat reward yang nilainya tak tertandingi dari apapun yang ada di dunia ini.

Kita diizinkan masuk ke syurga dari pintu mana saja yang kita suka. Terbayang kan bagaimana nikmatnya syurga? kenikmatan yang tak pernah kita rasakan dan kita lihat selama di dunia. Derajad paling tinggi bahkan teramat tinggi hanya diberikan untuk ibu-ibu yang solehah.

Banggalah menjadi ibu,
.         

puji saputri 3 Nov 2016

Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.