Langsung ke konten utama

Terbang Bersama Si Kecil? Siapa Takut!

Horeeeee.... sebentar lagi liburan... Mau ajak anak-anak liburan kemana nih moms? Mungkin ada yang mau ke Taman Mini, Dufan, ke kebun binatang, ke Jogjakarta atau ke Bali?. Mungkin ada juga yang hanya menghabiskan liburan di rumah saja menonton film kesukaan keluarga sambil menikmati hidangan istimewa?. Atau ada yang hanya kumpul-kumpul dengan keluarga sambil menikmati segelas teh hangat?. Atau barangkali ada yang mau berlibur ke luar negeri?. Wuaaaaa... kayaknya seru ya... Kemanapun itu yang penting happy long time bersama keluarga ya...

Tapi yang paling penting diskusi dulu kali ya moms, nggak banget kayaknya kalau udah rencanakan liburan tau-tau si papa nggak bisa cuti, atau udah siapain semua rupanya rencana gagal karena ada keluarga dari jauh yang malah ingin berlibur di rumah kita. Perlu juga ditetapkan rencana yang pas
dan sesuai dengan keinginan anak-anak dan orang tua. Persiapkan juga dana yang cukup untuk pergi berlibur ke tempat-tempat yang memang menggunakan biaya ekstra. Tapi tentu si papa sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari untuk rencana liburan ini kan moms? Tapi sebelum itu, ingat juga untuk mempersiapkan fisik dan stamina yang oke dengan menjaga kesehatan moms dan anak-anak ya...


Nah bagi yang berlibur keluar kota apalagi ke luar negeri hati-hati ni, mengingat kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Apalagi jika harus berlibur dan membawa si kecil menggunakan pesawat terbang. Tentu banyak perlengkapan yang harus dipersiapkan sebelum memutuskan untuk pergi berlibur bersama anak-anak. Meskipun bersama suami pasti rempong juga kali ya.. apalagi jika membawa anak lebih dari dua orang.

Berikut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan nih untuk moms yang ingin mengajak anak-anaknya liburan dengan pesawat terbang :


Persiapan sebelum berangkat.

  • Cari informasi lengkap tentang jadwal penerbangan dari berbagai maskapai ke kota tujuan.
  • Jangan membawa tas jinjingan terlalu banyak karena bisa kerepotan saat membawa si kecil sekaligus menjinjing tas.
  • Persiapkan sebuah tas untuk kebutuhan khusus si kecil seperti popok, tissu basah, susu dan makanan si kecil. Jadi saat butuh apa-apa untuk si kecil akan mudah mencarinya di dalam tas khusus si kecil ini.
  • Jika anak sudah cukup besar dan mandiri, minta anak untuk mempersiapkan dan memasukkan semua kebutuhannya ke dalam tas pastikan tidak ada barang pentingnya yang ketinggalan. Dan minta juga anak untuk mempersiapkan tas jinjingnya yang berisi keperluannya selama di perjalanan.
  • Bawakan juga beberapa mainan atau buku kesukaanya, jadi jika terjadi delay anak-anak dapat mengisi kebosanan dengan bacaan atau mainannya itu.
  • Bawakan baju hangat agar anak-anak tidak kedinginan dalam pesawat.
  • Bawakan juga obat-obatan untuk antisipasi jika sewaktu-waktu si kecil demam.
  • Datang lebih awal ke bandara agar si kecil punya waktu lebih banyak untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan situasi barunya.

Saat sampai di bandara.

  • Segera check in dan mintalah tempat duduk di bagian depan karena ruangan depan biasanya lebih luas dan lapang.
  • Jika membawa kereta dorong bayi, masukkan ke bagasi agar moms tidak kerepotan saat harus membawanya naik dan turun pesawat.
  • Usahakan hanya membawa tas keperluan si kecil ke dalam kabin pesawat, masukkan tas lainnya ke bagasi.
  • untuk anak yang agak besar, biarkan anak membawa tas jinjingnya sendiri dan tentu saja sesuai dengan kesanggupan anak. 
  • Saat boarding. biarkan penumpang lain masuk lebih dulu agar moms tidak mengganggu penumpang yang lain saat menata barang bawaan yang cukup banyak ke dalam kabin.
  • Bekerjasamalah dengan suami untuk mengawasi dan memperhatikan anak-anak dan barang bawaan agar tidak ada yang tertinggal. 

Saat di dalam pesawat.

  • Jika anak sudah agak besar, dudukkan ia di kursi pesawatnya dan pasangkan sabuk pengamannya. Jika anak masih bayi, pangku dan susui ia saat pesawat tinggal landas dan mendarat.
  • Perbanyak memberi makan dan minum pada anak selama di pesawat karena perjalanan udara sering membuat anak mengalami dehidrasi. Lagipula memberi makan dan minum pada anak selama di pesawat bermanfaat baik baginya karena hal ini membuat anak sering menelan. Menelan ini dapat mengurangi pengaruh perubahan tekanan udara di dalam kabin terhadap telinganya yaitu telinga terasa seperti tuli. Bisa juga dengan menutup telinga anak dengan kapas atau kupluk yang tebal.
  • Jangan segan untuk meminta bantuan pramugari. Misalnya jika perjalanan cukup jauh dan anak minta susu, minta tolong pramugari untuk menghangatkan susunya.
  • Usahakan anak berada di posisi yang nyaman selama di dalam pesawat. 
  • Jika si kecil rewel, moms dan suami kewalahan, jangan menolak untuk menerima bantuan dari orang kain jika mereka ingin menawarkan diri untuk menenangkan si kecil.
  • Buat sebuah permainan untuk mengurangi kebosanan juga agar anak tidak rewel, misalnya berdongeng atau bermain boneka jari.  
  • Sesampai di kota tujuan, biarkan penumpang lain turun lebih dulu agar moms tidak perlu berdesak-desakakan lagipula moms juga tenang saat membenahi barang bawaan.
Nah itu tadi tips buat moms yang ingin berlibur dengan pesawat bersama si kecil. Terbang bersama si kecil? siapa takut!

Selamat liburan ya moms...

puji saputri

Komentar

  1. Belum pernah nih mbak bawa sikecil naik pesawat semoga tahun depan hihi
    Makasi ya tips nya

    BalasHapus
  2. mudah-mudahan ya,,, dikasi rejeki dan kesehatan agar niatnya terwujud, Aamiin... makasi kembali ya mbak...

    BalasHapus
  3. Poin banget saran untuk meminta tempat duduk di depan. Selain luas juga biar gak lama mencari tempat duduk, turun juga lebih mudah. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbk, semoga bermanfaat, makasi ya mbk udh berkunjung :)

      Hapus
  4. Pernah sekali terbang sama si kecil sendiri, untung bbrp penumpang nolongin hehe terutama bawa barang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, semoga nnt g kjadian lg, rempongnya,,, kl ditolongin sering2 aja ya,, hihi...

      Hapus

Posting Komentar

Populer

Jeritan Hati Seorang Janda

Setiap manusia punya masa lalu, ntah itu baik atau buruk, apapun itu semua merupakan jalan kehidupan yang harus dilalui dan dijalani oleh manusia. Dan apapun yang manusia hadapi semua adalah jalan terbaik baginya. Mungkin tak baik bagi manusia tapi baik menurut Allah. Baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah.
Setiap manusia sudah ada jalan kehidupannya sendiri, garis nasib manusia baik untuk urusan kematian, rejeki, bahkan jodoh sudah ditentukan sejak masih di dalam kandungan ibunya. Ada yang dijodohkan dengan orang kaya, orang biasa, bangsawan, janda dan duda. Tak ada yang bisa melawan takdir. Manusia Diciptakan hanya untuk menjalankan skenario yang telah ditetapkan Tuhan.

Penyesalan Seorang Suami Yang Telah Menyia-nyiakan Istri Dan Anak-Anaknya

Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, hehe... pernah dengar kan tentang kata itu? Bicara soal penyesalan ya memang nggak ada habisnya. Apalagi jika kita sedang sendiri lalu teringat kenangan masa lalu tentang seseorang yang sangat kita sayangi dan cintai dengan setulus hati.
Di saat penyesalan itu datang yang ada hanyalah duka yang teramat dalam dan sangat menyesakkan dada. Ingin rasanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu itu dengan tekad ingin memperbaiki semua. Namun apa daya dia telah pergi dan sudah bukan milik kita lagi.

Wahai Para Suami, Jangan Pisahkan Istrimu Dari Orangtuanya

Taat kepada suami setelah menikah adalah surga bagi istri. Karena surga dan neraka istri adalah suaminya. Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, taat dan patuh pada suami lebih utama dibanding taat pada orangtua.

Kisah Nyata yang Sedih dan Mengharukan 'Tragedi di Malam Pertama'

Dulu ketika masih remaja, di saat gejolak jiwa anak muda masih menguasai hati dan pikirannya, paling pantang jika diharuskan untuk nurut kata orang tua. Masih ingin melakukan ini dan itu tanpa kekangan siapapun. Meski sebenarnya dia bukan anak yang nakal. Tapi ya... namanya juga anak muda gitu lo... Meskipun secara fisik terlihat pendiam dan penurut. Kenyataanyapun anak muda itu juga tidak lepas dari pantauan orang tuanya.
Dia gadis yang lugu, manis, berwajah melankolis, pandai namun agak kurang suka bergaul dengan sembarang orang. Dia lebih suka di rumah membaca buku, menulis, dan belajar.

Ketika Saya Mengalami Morning Sickness

Ketika seorang perempuan dewasa memutuskan menikah, rasanya sangat bahagia sekali. Itu artinya seorang perempuan harus menyiapkan mental menjadi seorang istri. Dimana setiap pekerjaan apapun yang dilakukan istri untuk suami dan keluarganya dihitung amal ibadah kebaikan. Dan ketika seorang istri mengetahui dirinya hamil, maka mulai detik itu juga seorang perempuan juga harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu.  dan pahala kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir jika ikhlas menjalaninya.
Alangkah bahagianya jika melewati moment kehamilan dengan lancar dan menyenangkan. Namun bagaimana jika perempuan, tepatnya calon ibu harus mengalami mual dan muntah yang terus menerus dan membuat moment kehamilan terasa seperti perjuangan yang berat baik bagi si calon baby maupun bagi calon ibu. Atau yang lebih dikenal dengan 'Morning sickness'.